Efek Rumah Kaca : Contoh, Proses, Dampak dan Cara Mengatasinya

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca – Efek rumah kaca berhubungan dengan rumah kaca. Pengertian rumah kaca adalah bangunan yang keseluruhan bahan dasar pembangunannya menggunakan kaca dan berbentuk rumah. Biasanya digunakan pada bagian dinding, atap, dan sebagainya. Rumah kaca juga biasanya dinamakan Rumah Hijau atau Rumah Tanaman.

Bangunan ini difungsikan oleh petani untuk menanam sayuran, buah dan bunga untuk melindunginya yang biasanya berada di negara 4 musim, sedangkan Indonesia jarang menggunakannya karena memiliki matahari yang selalu memancarkan panas sepanjang tahunnya.

Fungsi dari rumah kaca ini menangkap sinar matahari dan membuatnya terperangkap di dalam bangunan untuk menghasilkan panas untuk kebutuhan yang diinginkan. Sinar yang ditangkap oleh rumah kaca pada siang hari akan terasa lebih hangat, pada malam hari pun suhu juga akan tetap terasa hangat. Sayangnya, rumah kaca ini selain memiliki efek positif juga memiliki efek negatif juga.


Apa definisi Efek Rumah Kaca?

Apa Definisi Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca adalah istilah fenomena terperangkapnya panas di atmosfir bumi, yang menjadikan bumi menjadi semakin panas. Efek yang diakibatkan oleh rumah kaca ini menjadikan panas bumi tidak bisa dipantulkan kembali ke luar angkasa dan terjebak di atmosfir bumi. Inilah yang menyebabkan malam hari di bumi yang seharusnya dingin namun semakin hangat setiap tahunnya. Kondisi inilah yang dinamakan efek rumah kaca.

Pertama kali diusulkan Joseph Fourier tahun 1824 yang mendefinisikan sebuah proses pemanasan permukaan planet ataupun satelit yang diakibatkan oleh keadaan atmosfirnya. Adanya peningkatan konsentrasi gas kabondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya diakibatkan adanya pembakaran batu bara, bahan bakar minyak, dan bahan bakar organik.

Sebenarnya, efek yang diakibatkan rumah kaca adalah fenomena wajar yang terjadi di alam. Sayangnya, fenomena ini terjadi terlalu cepat sehingga mengakibatkan beberapa dampak kerusakan di permukaan bumi. Efek yang terjadi bisa merusak ekosistem, keseimbangan lingkungan dan mengancam kehidupan manusia.

Baca Juga: sumber daya manusia


Penyebab Efek Rumah Kaca Jadi Memburuk

Penyebab Efek Rumah Kaca Jadi Memburuk

Sebuah fenomena yang tidak ditanggulangi dengan baik akan semakin memburuk. Sama halnya, efek yang diakibatkan rumah kaca yang kurang diperhatikan dari masyarakat akan memperparah keadaan. Ini beberapa contoh yang menyebabkan efek rumah kaca semakin memburuk, diantaranya sebagai berikut: privacy fence ideas

1. Penebangan dan Pembakaran Hutan

Pohon merupakan tumbuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan umat manusia. Banyak yang bisa dimanfaatkan dari pohon, seperti alat furniture, dasar olahan untuk pembangunan rumah dan sebagainya.

Fungsi penting pohon sendiri ialah membersihkan udara yang tercemar akibat partikel yang mencemarinya dan mengendalikan suhu di sekitar serta kelembabannya. Inilah yang menyebabkan efek rumah kaca semakin memburuk karena pohon tidak bisa mengubah gas karbondioksikda menjadi oksigen yang sehat. Sebagai manusia, hal ini harusnya diperhatikan dalam menjaga kelestarian hutan bersama.

2. Laut yang tercemar

Lautan terbentang sangat luas di seluruh dunia. Laut pun salah satu sumber beberapa masyarakat dalam mencari nafkah. Selain itu, sebenarnya laut mempunyai fungsi penting untuk manusia seperti penghasil oksigen, sumber energi yang tak terbatas, jalur transportasi dan pastinya mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global.

Sayangnya, ulah manusia yang tidak bertanggungjawab mencemari laut dengan limbah industri dan sampah. Ini membuat lautan tercemar sehingga merusak ekosistem di dalamnya dan akhirnya laut tidak menyerap karbondioksida dengan baik. Akibatnya, lautan kehilangan fungsi untuk mengurangi efek akibat rumah kaca dan semakin memperburuk keadaan.

3. Sampah yang dihasilkan Manusia

Manusia mempunyai banyak kebutuhan yang pastinya menghasilkan limbah dalam kesehariannya. Apalagi jika masyarakatnya yang acuh terhadap kepedulian lingkungan semakin memperburuk keadaan lingkungan. Limbah yang dihasilkan manusia dan dibiarkan begitu saja akan menjadi beban untuk bumi karena susah diuraikan dan nantinya akan menghasilkan gas berbahaya seperti karbondioksida, serta methana yang dihasilkan oleh bakteri pengurai sampah.

4. Zat-zat Berbahaya

Salah satu penyebab semakin buruknya efek yang disebabkan rumah kaca ialah zat-zat yang sering digunakan oleh manusia. Contoh zat-zat tersebut ialah penggunaaan pupuk kimia untuk menghasilkan kualitas pangan yang bagus, gas rumah kaca seperti senyawa karbondioksida, methan, nitrogen, dan chloro floro carbon.

Baca Juga: lapisan ozon


Dampak Efek Rumah Kaca bagi Bumi

Dampak Efek Rumah Kaca Bagi Bumi

Akibat berhubungan dengan penyebab. Setelah membahas penyebab efek rumah kaca di atas, mari bahas tentang dampak yang terjadi. Dampak yang dibahas di sini ialah dampak negatif yang bisa menambah kekhawatiran umat manusia. Inilah beberapa dampaknya:

1. Iklim di Bumi Mengalami Ketidaksetabilan

Suhu yang diakibat efek rumah kaca menjadi semakin panas, apabila suhu mengalami peningkatan akan mengakibatkan beberapa gunung es mencair dan permukan air laut pun ikut menaik, molekul-molekul air akan cepat menguap dari permukaan tanah dan perubahan cuaca di musim kemarau dan dingin akan menjadi ekstrem yang bisa berdampak pada kerusakan bumi atau bencana alam.

2. Ekologis yang Terganggu

Adanya hal ini juga mengganggu sistem ekologis yang ada di hutan. Pengertian ekologis sendiri ialah ilmu yang membahas hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungan hidup (habitatnya). Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa makhluk hidup terancam kepunahannya akibat efek rumah kaca. Saat bumi semakin panas, hewan akan berpindah menuju arah pegunungan atau kutub es. Tumbuhan pun akan mencari arah pertumbuhannya ke arah yang lebih hangat.

3. Kesehatan dan Perekonomian yang Kacau

Perubahan iklim yang ekstrem akan mengakibatkan beberapa usaha yang mengandalkan cuaca akan mengalami kerugian. Sebagai contoh suhu yang sangat panas memicu kegagalan panen dalam industri pertanian yang nantinya akan berdampak pada kurangnya pangan dan malnutrisi.

Dampak lain bisa berefek pada tanaman yang ada di bumi seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman kayu. Tanaman tersebut berpotensi mendapat gangguan dan serangan hama yang berakibat pada kegagalan ekonomi. Di sini kerugian yang akan dirasakan petani akan berakibat untuk kelangsungan hidupnya.

4. Pemanasan Global

Pemanasan global adalah peningkatan suhu yang terjadi pada atmosfer, laut dan daratan bumi. Peningkatan ini kemungkinan terjadi sejak abad ke 20 yang disebabkan oleh efek rumah kaca akibat aktifitas manusia. Banyak pengamatan telah dilakukan dari tahun ke tahun tentang kenaikan suhu udara dan laut, pencairan laut dan es di sepenjuru dunia. Perubahan pada atmosfer, lautan, gletser dan permukaan es menunjukan bumi telah mengalami pemanasan akibat emisi gas kaca dari efek rumah kaca.

Sebuah fenomena yang harus ditanggulangi untuk memperkecil dampak akibat penyebab yang memperparah keadaan bumi. Sebagai manusia yang tinggal di bumi, memang seharusnya menjaga baik-baik rumah untuk tempat tinggalnya.

Contoh keseharian dari efek rumah kaca seperti pemakaian listrik yang boros, pembakaran sampah yang menimbulkan CO2, penggunaaan kendaraan di jalan raya, perusahaan-perusaahan yang masih menggunakan bahan yang merusak alam dan penggunaan produk yang tidak ramah lingkungan.

Keseharian tersebut jika digunakan dengan bijak akan mengurangi dampak negatif akibat efek rumah kaca. Sebagai manusia seharusnya lebih peduli akan kerusakan akibat perbuatan sendiri. Dengan begitu, fenomena alam yang terjadi di bumi tidak akan merugikan penghuninya sendiri. Jika bumi menjadi sehat dan terawat, pastinya akan menambah umur bumi untuk tetap bertahan.

Efek Rumah Kaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *