Integrasi Nasional Adalah: Contoh, Pengertian, Syarat & Faktor Pendorong

Integrasi Nasional

Integrasi Nasional – Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang berjejer dari wilayah Sabang hingga Merauke. Semua itu tentu diikuti dengan adanya beragam suku, budaya, dan latar belakang penduduknya. Di sinilah integrasi nasional dibutuhkan. Selain untuk menjaga persatuan Bangsa Indonesia, juga untuk menumbuhkan rasa kesatuan antar individu.

Perbedaan baik antar suku maupun budaya haruslah diakui, terutama di Negara Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau. Berikut adalah sederet informasi mengenai integrasi nasional yang wajib untuk diketahui masyarakat Indonesia.


Pengertian Integrasi Nasional

Pengertian Integrasi Nasional

Ditelusuri secara etimologi, Integrasi Nasional terbagi menjadi 2 kata. Integrate dan Nasional. Integrate sendiri berasal dari bahasa Latin yang mempunyai arti menyediakan wadah bagi unsur tertentu demi suatu keseluruhan. Sedangkan kata Nasional diambil dari Bahasa Inggris yang artinya bangsa.

Pengertian Integrasi Nasional atau yang juga bisa disebut dengan National Intergration bisa diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Secara Antropologis, National Integration adalah proses untuk menyesuaikan berbagai golongan, ras, suku, dan juga budaya dalam satu negara. Semua ini dilakukan untuk mencapai suatu keadaan yang selaras dan harmonis.

Sedangkan secara Politis national integration adalah upaya untuk menyatukan beragam golongan, baik budaya dan sosial ke dalam satu kesatuan wilayah nasional. Penyatuan dari berbagai macam perbedaan budaya dan ras tersebut gunanya untuk mencapai suatu identitas nasional.

Baca Juga: piagam jakarta


Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

Seakan tidak berhenti sampai di situ, para ahli juga memberikan pendapat yang berbeda mengenai definisi dari national integration. Tujuan para ahli ini adalah agar adanya pandangan dan pemahaman yang lebih luas mengenai national integration sendiri.

Menurut Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, national integration adalah menyatukan berbagai bagian yang berbeda-beda dari suatu kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh. Penyatuan tersebut menyangkut seluruh aspek termasuk politik, budaya, dan sosial.

Sedangkan menurut Howard Wriggins, national integration adalah menyatukan bagian dari kelompok masyarakat-masyarakat kecil dengan jumlah yang banyak, lalu dijadikan menjadi satu kesatuan. Hendaknya nanti, persatuan itu akan dibuat menjadi satu bangsa.

Di lain pihak Soedjati Djiwando berpendapat bahwa definisi dari national integration adalah suatu cara yang digunakan untuk melestarikan persatuan nasional dalam satu bangsa. Untuk mewujudkannya diperlukan hasrat dan kesadaran diri dari setiap individu yang berada dalam negara itu sendiri.

Terakhir menurut pendapat dari Safroedin Bahar national integration adalah menyempurnakan segala unsur dari satu bangsa. Unsur yang tadinya terpecah-belah atau tidak menyatu diharapkan bisa menjadi suatu kesatuan yang selaras.


Tujuan Dari Integrasi Nasional Di Indonesia

Tujuan Dari Integrasi Nasional Di Indonesia

Tujuan dari national integration ini, khususnya bagi Indonesia adalah tidak lain untuk menciptakan persatuan, perdamaian, dan keselarasan antar suku bangsa. Terdiri dari 267 jiwa, akan sangat baik jika setiap individu di Indonesia menyadari akan pentingnya melakukan integrasi.

Jangan sampai perjuangan para pahlawan Indonesia untuk meraih kemerdekaan terbuang sia-sia. Masyarakat Indonesia haruslah memiliki satu tujuan yang sama. National integration akan sangat susah dicapai jika ada beberapa kelompok yang memaksakan kehendaknya dan tidak melihat dari sudut pandang kepentingan bersama.

Kelompok mayoritas harus menjembatani perbedaan yang terjadi di antara kelompok minoritas. Begitupun sebaliknya. Kelompok minoritas harus selalu mempunyai kesadaran untuk berjuang bersama dengan mayoritas. Negara Indonesia sendiri haruslah menyediakan fasilitas yang sama bagi semua golongan dan kelompok yang ada.

Kelengkapan pendidikan, berbagai peluang sosial, pekerjaan, dan pelatihan haruslah adil bagi semua kelompok. Harus diingat, national integration diperlukan untuk menyatukan berbagai macam golongan menjadi satu kesatuan. Bukan untuk membiarkan satu golongan hidup secara terpisah dan melepaskan diri dari golongan lain.

Hal yang buruk akan terjadi apabila masing-masing kelompok bersikukuh untuk hidup sendiri dengan golongannaya. Ini akan menambah potensi ketidak seimbangan dan kehilangannya kepercayaan antara satu dengan yang lain. Indonesia dengan ratusan kelompok regional dan bahasa harus memanfaatkan integrasi nasional dengan baik demi kemakmuran bangsa.


Jenis-Jenis Integrasi Nasional

Jenis-Jenis Integrasi Nasional

Integrasi tidak bisa diwujudkan begitu saja tanpa usaha dan keinginan yang kuat. Kendati demikian, tentu saja integrasi dapat dilakukan dalam beragam jenis tergantung pada situasi dan waktu yang harus dihabiskan untuk merealisasikannya. Berikut merupakan beberapa jenis integrasi nasional:

1. Integrasi Asimilasi

Integrasi asimilasi adalah kondisi penyatuan berbagai kebudayaan atau suku yang diikuti dengan dihilangkannya ciri khas asli dari kebudayaan tersebut. Pada proses asimilasi ini, memerlukan waktu yang lama untuk mewujudkannya.

Berbagai golongan masyarakat tersebut tentu saja perlu melalukan berbagai macam usaha termasuk meminimalisir adanya perbedaan. Selain itu masyarakat juga harus memiliki pola pikir untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama.

2. Integrasi Alkulturasi

Intergrasi alkulturasi adalah suatu proses penyatuan yang melibatkan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda. Proses penyatuan tersebut akan menghasilkan sebuah budaya baru namun tidak menghilangkan ciri dan unsur dasar budaya yang asli.

Intergrasi alkulturasi lebih sering terjadi dalam suatu golongan minoritas atau kelompok imigran. Kaum minoritas lebih cenderung untuk mencoba mengadopsi budaya dari kaum mayoritas dengan berusaha tidak menghilangkan sifat dasar budaya aslinya.

3. Integrasi Normatif

Sesuai dengan namanya, integrasi ini terwujud berdasarkan norma yang berlaku di satu kelompok masyarakat. Biasanya integrasi normatif mengacu pada aturan yang tidak tertulis namun sudah pasti ditaati oleh kelompok masyarakatnya. Integrasi ini juga lebih gampang terbentuk karena berdasarkan pada nilai sosial masyarakatnya.

4. Integrasi Instrumental

Integrasi Instrumental terbentuk karena adanya hubungan yang mengikat antara satu individu dengan individu lainnya. Ciri-ciri dari integrasi instrumental ini adalah adanya keseragaman. Sebagai contoh, adanya kesamaan aktivitas sehari-hari pada satu kelompok masyarakat, atau adanya satu tujuan yang sama dan mengarah pada kepentingan kelompok.

5. Integrasi Ideologi

Integrasi ideologi adalah integrasi yang terwujud dari adanya suatu ikatan spiritualis atau ideologi yang sifatnya mengikat. Beberapa ciri dari integrasi ideologi ini adalah adanya kemiripan persepsi, orientasi dalam bekerja, dan juga nilai-nilai dasar. Segala bentuk kesamaan tersebut dibentuk untuk mencapai tujuan kelompok.

Baca Juga: pertumbuhan ekonomi


Pengaplikasian Integrasi Nasional Di Indonesia

Pengaplikasian Integrasi Nasional Di Indonesia

Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol dari persatuan bangsa Indonesia. Melambangkan bahwa seberapa banyak pun suku dan budaya, rakyat Indonesia tetap memilki tujuan yang sama yaitu persatuan dan kesatuan Negara Indonesia.

Contoh lain dari pengaplikasian integrasi di Indonesia adalah dengan dibangunnya Taman Mini Indonesia Indah. Salah satu objek wisata ini dibangun pada tahun 1976 dan menjadi salah satu objek wisata paling terkenal di Indonesia. Di dalam area TMII terdapat taman dengan bentuk pulau-pulau di Indonesia.

Tidak hanya itu, terdapat pula bermacam-macam rumah adat yang mewakili 27 propinsi di Indonesia. Dibangun persis dengan ciri khas adat masing-masing, di dalam setiap rumah adat juga terdapat berbagai macam patung yang menampilkan budaya dari propinsi tersebut.

Selain TMII, Indonesia juga kerap mengadakan Pekan Olahraga Nasional (PON). Setiap 4 tahun sekali, pekan olahraga ini dibuat untuk mewujudkan sikap integrasi di Indonesia. PON sendiri diselenggarakan di tempat yang berbeda secara bergantian. Pertandingan PON sangat melambangkan integrasi di mana para individunya sangat suportif dan menghilangkan sifat egois daerahnnya.

Integrasi nasional memanglah hal yang sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia untuk dapat menyatukan perbedaan yang ada di dalam kelompok masyarakatnya. Semoga informasi di atas bisa menambah kesadaran rakyat Indonesia untuk lebih menjaga kesatuan dan persatuan Negara Indonesia.

Integrasi Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *