Metode Penelitian Kuantitatif : Contoh, Karakteristik, Kriteria dan Penjelasan

Metode Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif – Metode penelitian kuantitatif biasa digunakan oleh para peneliti yang akan meneliti suatu permasalahan di lingkungan sosial. Metode ini melibatkan angka dan data dengan populasi di suatu wilayah yang berkaitan dengan penelitian yang ingin diteliti.


Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif

Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan angka dan data untuk menganalisis suatu hal permasalahan. Metode ini melibatkan beberapa hal yakni populasi pada suatu wilayah yang sedang diteliti dan juga sampel.

Baca Juga: Metode Penyusutan


Ciri-Ciri Metode Kuantitatif

Ciri Ciri Metode Kuantitatif

Penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif harus spesifik, terperinci dengan memperhatikan detail, dan juga jelas sehingga para pembaca tidak akan bingung saat membaca hasilnya. Penelitian ini juga menggunakan beberapa perangkat hardware seperti komputer, kalkulator untuk membantu peneliti menghitung angka setelah survei.

Selain itu, penelitian dengan metode ini juga memiliki urutan yang mutlak yang tidak dapat di rubah/pindah dengan sesuka hati. Di dalam makalah penelitian yang menggunakan metode kuantitatif akan selalu dimulai dengan teori dan hipotesis. Adapun teknik yang digunakan antara lain eksperimen survei dan angket yang disebarkan dalam masyarakat yang dituju.


Jenis-Jenis Metode Penelitian Kuantitatif

Jenis Jenis Metode Penelitian Kuantitatif

Ada 7 jenis yang dapat dijadikan referensi dan pertimbangan oleh para peneliti yang hendak melaksanakan penelitian menggunakan metode kuantitatif, diantaranya antara lain :

1. Eksperimen

Eksperimen ini seringkali dikaitkan dengan hubungan kausalitas yakni adanya sebab akibat dalam sebuah penelitian. Para peneliti dapat menggunakan cara ini dengan tujuan untuk mengatur/ mengontrol besar kecilnya dampak atau penyebab dari suatu masalah penelitian.

2. Survei

Selanjutnya ada survei yang memiliki manfaat berbeda dari jenis yang sebelumnya. Survei sendiri dapat dijadikan penulis sebagai salah satu cara untuk mendapatkan beberapa informasi dan fakta tentang penelitian yang sedang diteliti.

3. Deskriptif

Tidak banyak peneliti yang dapat menghitung dan menyesuaikan angka-angka yang didapat berdasarkan angket dengan mudah. Namun dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif peneliti akan merasa terbantu karena deskriptif sendiri bertujuan untuk mendeskripsikan angka-angka yang didapat sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan.

4. Eksplanatif

Eksplanasi sendiri berasal dari Bahasa inggris yakni explain yang berarti menjelaskan. Dalam hal ini, eksplanasi kuantitatif mempunyai fungsi yakni menjelaskan variable-variabel yang tertera pada hasil data dengan kausalitas penelitian.

5. Komparatif

Metode penelitian kuantitatif selanjutnya ialah metode komparatif yakni membandingkan. Peneliti yang telah melakukan survei dan angket akan menggunakan komparatif yang bertujuan untuk membandingkan 2 variable yang berbeda pada hasil data yang ada setelah melakukan serangkaian wawancara angket ataupun observasi langsung berupa survei.

6. Eksploratif

Ada beberapa peneliti yang masih bingung dengan hasil dari data yang mereka dapat setelah menyebarkan angket kepada masyarakat sekitar ataupun melakukan survei langsung. Oleh karena itu, menggunakan metode eksploratif merupakan salah satu pengambilan keputusan yang tepat.

Hal ini dikarenakan peneliti dapat mengenali dan memahami makna-makna dari variabel-variabel yang dilahirkan dari data yang didapat melalui angket. Tak hanya itu, peneliti juga dapat mengenal lebih jauh dan memahami fenomena sosial yang terkait dengan penelitian.

7. Korelasion

Setelah mendapat hasil data, beberapa peneliti memilih menggunakan metode korelasion untuk mendapat hasil yang maksimal. Hal ini dikarenakan ada beberapa variable yang muncul sehingga peneliti cenderung tidak mengerti dampak antara satu dengan lainnya.

Peneliti-peneliti yang mengenakan metode ini dapat lebih mengerti dan paham dampak variasi suatu variable yang memiliki faktor satu dengan variable lainnya. Dengan begitu, peneliti akan lebih mengerti dan dapat menguasai penelitiannya karena sudah memahami betul dampak antar variabel di dalam datanya.

Baca Juga: Metode Pembelajaran


Teknik-Teknik Dari Penggunaan Metode Kuantitatif

Teknik Teknik Dari Penggunaan Metode Kuantitatif

Ada sebanyak 5 teknik yang digunakan bersama dengan metode kuantitatif. Teknik ini digunakan dengan cara pengambilan populasi dan sampel.

1. Random Sampling

Sampel acak (random sampling) merupakan teknik pengambilan sampel yang melibatkan setiap masyarakat yang berada dalam suatu wilayah. Para masyarakat pun memiliki kesempatan yang sama dalam teknik ini.

2. Stratified dan Cluster Sampling

Stratified Sampling merupakan pengambilan sampel secara mengelompok tergantung dengan tingkatan pada populasi penelitiannya. Sedangkan Cluster Sampling merupakan teknik pengambilan sampel secara acak yang ditujukan pada perbedaan di setiap unit sampel yakni unsur-unsur dan kumpulan-kumpulan.

3. Propotional Sampling

Teknik ini memiliki perhitungan lebih mendalam pada sub populasinya. Para peneliti akan mengambil sampel pada tiap-tiap sub populasi dengan tidak mengabaikan (memperhitungkan) di tiap sub populasi.

4. Area Probability Sampling

Peneliti yang menggunakan teknik ini akan melakukan survei di beberapa tempat tertentu. Hal ini sesuai dengan pengertian dan maksud dari nama Teknik ini yakni mengambil sampel sesuai dengan pembagian area-area.

5. Incidental dan Quota Sampling

Incidental Sampling merupakan pengambilan sampel yang dilakukan oleh para peneliti dengan secara kebetulan atau tiba-tiba. Sedangkan Quota Sampling merupakan pengambilan sampel dengan jumlah dan kriteria tertentu.


4 Kelebihan dari Metode Kuantitatif

4 Kelebihan Dari Metode Kuantitatif

Menggunakan metode kuantitatif dalam penelitian tentulah memiliki poin untung tersendiri bagi para peneliti. Berikut adalah 4 kelebihan menggunakan metode kuantitatif :

1. Penelitian Yang Bersifat Sistematis

Hal ini dikarenakan peneliti menggunakan fakta-fakta dan informasi yang akurat lalu menyusunnya secara runtut di dalam makalah penelitian. Perolehan data yang didapat juga secara berurutan sehingga menyebabkan penelitian ini bersifat sistematis.

2. Dapat Memanfaatkan Teori Yang Tersedia Dengan Maksimal

Para peneliti akan menghubungkan antara teori dengan penelitian yang mereka teliti. Mereka akan memasukkan dan mencocokkan hasil penelitian mereka ke dalam teori satu dan lainnya hingga menemukan sebuah kecocokan.

3. Bersifat Objektif

Berbeda dengan metode kualitatif yang lebih mengandalkan sifat subjektif, metode kuantitatif cenderung bersifat objektif terhadap penelitiannya. Objektif sendiri merupakan suatu hal yang jelas dan logis disertai fakta dan informasi aktual yang mendukung.

4. Jelas dan Spesifik

Penelitian dengan metode kuantitatif akan terlihat lebih spesifik dan juga jelas. Hal ini dikarenakan metode ini menggunakan jumlah populasi dan sampel yang pasti dan bersifat objektif. Peneliti juga selalu menjabarkan hasil penelitian menggunakan fakta-fakta uang sesuai dengan data yang diperoleh.


4 Kelemahan dari Metode Kuantitatif

4 Kelemahan Dari Metode Kuantitatif

Tak hanya itu, ada juga 4 kelemahan yang dimiliki oleh metode ini, diantaranya sebagai berikut :

1. Selalu Menggunakan Data Tertinggi

Ketika sudah memperoleh data, para peneliti biasanya mengambil dan menggunakan data yang terbesar. Hal ini disebabkan karena menganggap bahwa data yang tertinggi mampu mewakili populasi di suatu wilayah yang dituju. Padahal sebenarnya data tertinggi tidak selalu merepresentasikan tentang populasi yang di tuju.

2. Tidak Subjektif

Metode kuantitatif selalu berkaitan dengan kata objektif. Penggunaan teori yang selalu dihubungkan dengan hasil penelitian, serta fakta-fakta yang selalu mendukung data survei membuat metode ini bersifat objektif. Hal ini menyebabkan kurangnya sifat subjektif dalam penggunaan metode ini yakni kurangnya sikap nalar menurut sudut pandang diri sendiri.

3. Terbatas Pada Jumlah

Penelitian menggunakan metode ini hanya terfokus dengan 2 hal, jumlah dan nilai saja. Hal ini dikarenakan kuantitatif sendiri memiliki arti pengambilan data menggunakan angka dan data numerik. Sehingga, para peneliti jarang menyampaikan opini mereka yang berasal dari sudut pandang mereka dan hanya terfokus dengan hasil data saja.

4. Keterlibatan Periset Yang Cukup Jarang

Penggunaan metode kuantitatif pada penelitian umumnya hanya sekedar eksperimen survei dan pembagian angket kepada populasi yang dituju. Hal ini menyebabkan keterbatasan periset yang terlibat langsung dengan penelitian dan hanya terfokus pada perhitungan data setelah persebaran angket.

Itulah tadi beberapa informasi seputar pengertian, ciri-ciri, hingga kelebihan dan kekurangan dari metode penelitian kuantitatif. Metode ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan untuk setiap penelitian yang ingin dikerjakan. Oleh karena itu, para pembaca diharapkan dapat mempertimbangkan kembali dalam pemilihan penggunaan metode untuk penelitian yang ingin diteliti.

Metode Penelitian Kuantitatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *