Negara Berkembang : Contoh, Definisi, Ciri ciri dan Karakteristik Dalamnya

Negara Berkembang

Negara Berkembang – Dalam studi ekonomi pembangunan seringkali terdengar istilah “negara berkembang”. Pada dasarnya penamaan tersebut ditujukan kepada negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cenderung lambat. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu tolak ukur yang penting untuk melakukan penilaian terhadap kinerja perekonomian di suatu negara.

Dewasa ini, negara-negara di dunia didominasi oleh negara kategori berkembang. Mengapa pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan negara kategori berkembang? karena hal tersebut menunjukkan sejauh mana perekonomian negara tersebut memberikan kesejahteraan pada rakyatnya. Berikut ini adalah uraian definisi, karakteristik, dampak, dan contoh negara berkembang.


Definisi Negara Berkembang

Definisi Negara Berkembang

Negara berkembang dapat didefinisikan sebagai negara yang berada dalam proses berkembang untuk menjadi sebuah negara maju. Proses perkembangan ini didukung oleh potensi sumber daya yang dimiliki oleh negara tersebut. Negara ini juga diartikan sebagai negara yang baru saja memperoleh kemerdekaan dari negara maju.

Baca Juga: segmentasi pasar


Karakteristik Negara Berkembang

Urutan Dan Wisata Negara Terkaya Di Dunia

Perlu diketahui bahwa secara umum negara di dunia ini dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu negara maju, negara berkembang, dan negara terbelakang. Seringkali disamakan antara negara kategori berkembang dan terbelakang, padahal sebenarnya berbeda. Lantas bagaimana karakteristiknya? simak ulasan di bawah ini :

1. Tingginya Angka Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang sudah termasuk angkatan kerja dan ingin bekerja namun tidak memiliki pekerjaan. Kurangnya lapangan kerja membuat meningkatnya menjamurnya pengangguran. Tingginya angka pengangguran merupakan salah satu karakteristik dari negara dengan kategori berkembang.

Angka pengangguran selain dipicu oleh minimnya lapangan kerja, juga disebabkan oleh lonjakan pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Pengangguran merupakan masalah yang masih terus mengakar bagi negara-negara kategori berkembang.

2. Rendahnya Kualitas Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu indikator untuk melihat kondisi perekonomian suatu negara. Tingginya kualitas pendidikan menjadi tanda bahwa pertumbuhan ekonomi di negara tersebut tinggi, begitupun sebaliknya. Negara dengan kategori berkembang memiliki salah satu karakteristik yaitu rendahnya kualitas pendidikan.

Kualitas pendidikan yang rendah biasanya disebabkan oleh minimnya penyediaan fasilitas pendidikan seperti sekolah, kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, dan geografi yang sulit di pedalaman menjadi penghalang meratanya layanan pendidikan. Masalah ini tentunya merupakan hal yang masih dialami oleh negara kategori berkembang.

3. Rendahnya Kualitas Kesehatan

Dalam tataran ekonomi makro, kesehatan memiliki peran penting dalam menilai IPM (Indeks Pembangunan Manusia) suatu negara. Angka kesehatan yang tinggi menunjukkan bahwa IPM di negara tersebut juga tinggi. Bukan hanya kualitas pendidikan yang rendah, ternyata negara dengan kategori berkembang juga tersandung dengan rendahnya kualitas kesehatan.

Masalah rendahnya kualitas pendidikan disebabkan oleh kurangnya fasilitas kesehatan (Posyandu, Puskesmas, & rumah sakit) dan minimnya tenaga kesehatan (bidan, perawat, & dokter). Selain itu, sulitnya menjangkau daerah pedalaman juga merupakan masalah dalam memberikan layanan kesehatan.

4. Kegiatan Utama Perekonomian Bertumpu Pada Sumber Daya Alam

Apa yang pertama kali terlintas ketika membandingkan perekonomian Rusia di benua Eropa dengan Ethiopia di benua Afrika? Tentunya adalah kegiatan ekonominya. Negara maju seperti Rusia fokus pada sektor industri, sedangkan negara kategori berkembang seperti Ethiopia masih berkutat pada sektor pertanian (agraris), kehutanan, dsb.

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kegiatan utama negara dengan kategori berkembang masih bertumpu pada sumber daya alam. Masyarakat negara tesebut sebagian besar berprofesi sebagai petani. Kegiatan bertaninya pun masih menggunakan cara tradisional. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat laju pertumbuhan perekonomian negara tersebut lambat.

5. Tingginya Angka Kemiskinan

Salah satu karakteristik utama negara kategori berkembang adalah tingkat kemiskinan yang tinggi. Tingginya angka kemiskinan dipicu oleh rendahnya pendapatan perkapita masyarakat di suatu negara. Mengapa rendah? karena banyak yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Kemiskinan dan pengangguran adalah dua hal yang sangat berkaitan.

Faktor kualitas pendidikan juga menyebabkan tingginya angka kemiskinan. Penduduk yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan yang cukup akan sulit mendapatkan pekerjaan. Pada akhirnya akan menyebabkan tingginya angka kriminalitas. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat menjadi pemantik banyaknya tindak kriminal seperti penjarahan, pencurian, dan perampokan.

6. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk

Masalah demografi atau tingkat pertumbuhan penduduk merupakan karakteristik yang sangat melekat pada negara kategori berkembang. Masyarakat negara tersebut memegang prinsip “jika banyak anak maka banyak rejeki”. Lonjakan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan mengakibatkan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak bisa mengimbangi tersedianya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Problematika ini masih menjadi tugas besar dari pemerintah negara kategori berkembang. Di sebagian negara, beberapa program sudah diterapkan untuk menekan jumlah penduduk namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

7. Korupsi Yang Merajalela

Korupsi diartikan sebagai tindakan penyelewengan uang negara untuk kepentingan pribadi. Banyak pemerintah dari negara kategori berkembang yang terlibat kasus korupsi. 10 besar tingkat korupsi tertinggi di dunia dihuni oleh negara-negara dari kategori berkembang. Penegakan hukum yang lemah menjadi salah satu faktor maraknya kasus korupsi.

Negara tersebut akan sulit menjadi sebuah negara maju jika tindak korupsi belum bisa diatasi. Korupsi akan menjadi penghambat terwujudnya kondisi perekonomian yang baik karena uang rakyat diselewengkan dengan seenaknya. Indonesia sebagai salah satu negara kategori berkembang sedang berupaya mengatasi korupsi lewat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

8. Kurangnya Penguasaan Teknologi

Teknologi telah menjadi instrumnen utama yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan utamanya sektor ekonomi. Salah satu karakteristik negara kategori berkembang adalah sumber daya manusianya kurang menguasai teknologi. Bisa dilihat bahwa di negara ini dominan belum menggunakan sistem komputerisasi.

Penguasaan teknologi yang minim ini juga disebabkan oleh kualitas pendidikan yang rendah serta tenaga pengajar yang kurang. Jika ingin menjadi sebuah negara maju, penguasaan teknologi menjadi salah satu syarat utama. Sumber daya manusia yang menguasai teknologi akan memberikan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: perang diponegoro


Dampak Pembangunan Negara Berkembang

Dampak Pembangunan Negara Berkembang

Pembangunan ekonomi di negara berkembang tentunya akan membuat negara tersebut selangkah di depan untuk menjadi menjadi negara maju. Namun perlu dipahami bahwa pada hakikatnya setiap pembangunan akan membawa dampak positif dan negatif. Hal tersebut adalah sesuatu yang tak terhindarkan.

Pembangunan ekonomi akan berdampak positif karena dengan pembangunan tersebut, tercipta berbagai lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi tingginya pengangguran. Jika angka pengangguran berkurang, maka tingkat kemiskinan juga berkurang, sehingga angka kriminalitas juga ikut berkurang.

Dampak negatifnya adalah jika pembangunan tidak memperhatikan tata ruang yang baik, maka akan menyebabkan rusaknya kelestarian lingkungan. Pembangunan yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian. Selain itu, pembabatan hutan untuk pembangunan dapat memicu hilangnya habitat flora dan fauna.


Contoh Negara Berkembang

Contoh Negara Berkembang

Negara dengan kategori berkembang sebagian besar tersebar di Benua Afrika dan sebagian di Benua Asia. Terdapat 53 negara dengan kategori ini di Afrika diantaranya adalah Libya, Tunisia, Chad, Komoro, Burundi, Ethiopia, Eritrea, Gabon, Angola, Ghana, Liberia, dan Senegal. Di Benua Asia sebanyak 48 negara diantaranya adalah Srilanka, Kamboja, dan Indonesia.

Uraian di atas menunjukkan bahwa sebuah negara dikatakan maju atau berkembang dapat dinilai dari pertumbuhan ekonominya. Tingginya tingkat pengangguran, rendahnya pendidikan dan kesehatan, serta tingginya tingkat kemiskinan merupakan masalah utama negara berkembang yang harus segera dituntaskan.

Negara Berkembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *