Pengertian Agama Adalah : Contoh, Definisi, Tujuan dan Unsur unsurnya

Pengertian Agama

Pengertian Agama – Pengertian agama dilihat dari segi bahasa berasal dari bahasa Sansakerta, ‘a’ yang berarti tidak dan ‘gama’ yang berarti kacau. Artinya secara bahasa agama berati tidak kacau (teratur).

Dengan demikian bisa dipahami jika agama adalah sebuah peraturan, yakni peraturan yang mengatur manusia, maupun mengenai sesuatu yang gaib serta mengenai budi pekerti dan pergaulan hidup bersama.

Dalam hal ini Agama bisa dimaknai sebagai koleksi terorgnisir dari sebuah kepercayaan, sistem budaya, maupun pandangan dunia yang menghubungkan antara manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Artinya agama bisa diartikan sebagai suatu lembaga atau institusi yang mengatur kehidupan rohani manusia.


Pengertian Agama Menurut Para Ahli

Pengertian Agama Menurut Para Ahli

Glock dan Stark

Pengertian agama menurut Glock dan Stark adalah, sistem keyakinan, sistem simbol sistem nilai, dan sistem prilaku yang terlembaga dan kesemuanya terpusat pada persoalan-persoalan yang dihayati sebagai yang paling maknawi atau ultimate mean hipotetiking.

Cliffort Geertz

Cliffort Geertz mendefinisikan agama sebagai sebuah sistem simbol-simbol untuk menetapkan suasana hati dan motivasi yang kuat yang meresapi dan tahan lama dalam diri manusia dengan merumuskan konsep-konsep tentang suatu tatanan umum eksistensi dengan membungkus konsep-konsep tersebut menjadi semacam pancaran faktualitas sehingga suasana hati dan motivasi-motivasi menjadi tampak realitas.

Daradjat

Pengertian agama menurut Daradjat adalah proses hubungan manusia yang dirasakan terhadap suatu yang diyakininya yang lebih tinggi dari pada manusia.

Hadikusuma

Pengertian agama menurut Hadikusuma adalah ajaran yang diturunkan oleh Tuhan untuk petunjuk bagi umat manusia dalam menjalani kehidupannya.

Baca Juga: Pengertian Teknologi


Fungsi Agama bagi Manusia

Fungsi Agama Bagi Manusia

Fungsi Edukatif

Fungsi edukatif pada agama mencakup tugas mengajar dan membimbing. Keberhasilan pendidikan sendiri terletak pada pendayagunaan nilai-nilai rohani yang merupakan pokok-pokok dari kepercayaan agama.

Fungsi Penyelamatan

Agama dengan segala ajarannya mempu memberikan jaminan kepada manusia keselamatan baik di dunia maupun kelak di akhirat.

Fungsi Pengawasan Sosial

Agama juga ikut bertanggung jawab terhadap norma-norma sosial sehingga agama akan menyeleksi kaidah-kaidan sosial yang ada, mengukuhkan kaidah yang baik dan menolah yang buruk atau yang dikenal sebagai larangan agama.

Selain itu agama juga memberi sanksi-sanksi yang harus dijatuhkan kepada orang-orang yang melanggar larangan serta mengadakan pengawasan yang sangat ketat dalam hal pelaksanaannya.

Fungsi Memupuk Persaudaraan

Persamaan kayakinan bisa menjadi salah satu faktor yang bisa memupuk rasa persaudaraan yang kuat.

Fungsi Transformasi

Agama memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan terhadap bentuk kehidupan masyarakat lama ke dalam bentuk yang baru. Artinya menggantikan nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih manusiawi.

Baca Juga: Pengertian Cerpen


Peran Agama dalam Negara dan Masyarakat

Peran Agama Dalam Negara Dan Masyarakat

Bangsa Indonesia yang berbhineka ini harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena sudah bisa menyelesaikan suatu problem yang sangat serius berkaitan dengan hubungan agama dan negara.

Banyak negara mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mengorbankan agama ketika memilih paham sekularisme (suatu paham yang memisahkan agama dan negara). Bahkan ada juga yang mengorbankan kepentingan sebagian anggota masyarakat yang majemuk pada saat memilih salah satu agama atau paham keagamaan pada saat menata kehidupan bebangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Berbeda dengan Indonesia yang menganut falsafah Pancasila. Indonesia justru memberikan posisi yang sangat penting bagi semua agama yang dianut oleh masyarakatnya, dan memberikan peranan yang besar terhadap agama dan agamawan dalam membangun bangsa dan negara sesuai dengan fungsi agama yang disebut di atas.

Berbicara terkait dengan agama dan pemerintahan, penting untuk digarisbawahi jika agama sangat menekankan perlunya kehadiran pemerintah untuk menata kehidupan masyarakat, bahkan demi bisa terlaksananya ajaran agama itu sendiri.

Begitu pentingnya persoalan tesebut, Ibnu Taimiyah sampai mengatakan jika lebih baik enam puluh tahun di bawah pemerintahan yang zalim dari pada semalam tanpa pemerintahan. Hal ini disebabkan tanpa adanya pemerintahan akan terjadi kekacauan (chaos) dalam masyarakat.

Agama memiliki peranan yang sangat penting di dalam masyarakat. Agama memiliki nilai-nilai yang mampu memberikan sumbangan dalam segala aspek kehidupan masyarakat, baik aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam berbagai aspek tersebut diharapkan:

  1. Agama harus menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
  2. Kepada individu dan masyarakat agama harus mampu memberikan suatu kekuatan pendorong untuk meningkatkan partisipasi dalam karya dan kreasi mereka.
  3. Agama dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya hendaknya bisa berperan sebagai isolator yang merintangi seseorang dari segala jenis penyimpangan.

Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang cukup luas dan memiliki masyarakat yang sangat majmuk, baik dari segi budaya, keyakinan dan agama. Enam agama resmi yang paling banyak dianut di Indonesia adalah Islam, Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Pemerintah Indonesia sempat melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agama secara terbuka. Tetapi lewat Keppress No. 6/2000, Prisiden Abdurrahman Wahid resmi mencabut larangan tersebut. Sehingga agama resmi di Indonesia saat ini berjumlah enam.

Semoga ulasan singkat mengenai pengertian agama dan peran agama dalam negara dan masyarakat ini bisa menambah kesadaran bahwa kita harus saling menghormati dan saling menjaga antar umat beragama di Indonesia.

Pengertian Agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *