Contoh Rantai Makanan : Pengertian, Jenis dan Terganggunya Proses

Pengertian Rantai Makanan

Rantai Makanan – Seluruh makhluk yang hidup di dunia ini memerlukan makanan sebagai sumber energy untuk kelangsungan hidupnya. Ada serangkaian proses yang satu sama lain saling berkaitan yang biasa disebut dengan rantai makanan.

Dalam satu ekosistem, dengan cara seperti itulah setiap makhluk hidup dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Proses berurutan dalam rantai makanan akan terus berlangsung selama masih ada makhluk yang hidup dalam rangkaian tersebut.

Ketika satu tahapan hilang atau berkurang dalam rangkaian tersebut, maka dapat dipastikan kesinambungan ekosistem akan terganggu. Gangguan pada satu ekosistem pada akhirnya akan berpengaruh pada ekosistem yang lebih besar.

Banyak hal yang dapat menggangu dalam proses memakan dan dimakan ini, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kebanyakan adalah akibat ulah manusia yang tak memedulikan kelestarian alam hingga menggangu ekosistem. Padahal terganggunya satu proses dalam rangkaian makanan juga akan berimbas pada manusia.

Ilmuwan Arab, Al-Jahiz, untuk pertama kalinya meneliti rantai makanan pada abad ke-9. Pada tahun 1927, Charles Sutherland Elton mempopulerkannya. Berikut adalah penjelasan mengenai pengertian, jenis-jenisnya yang disertai contoh juga akibat terganggunya proses dalam rantai makanan atas keberlangsungan makhluk hidup.


Pengertian Rantai Makanan

Pengertian Rantai Makanan

Rantai makanan adalah suatu proses memakan dan dimakan antara satu makhluk hidup oleh makhluk hidup lainnya dalam proses yang berurutan. Masing-masing makhluk hidup memiliki peran sendiri. Ada yang bertindak sebagai produsen, konsumen tingkat 1, konsumen tingkat II, dst dan pada urutan terakhir adalah berperan sebagai dekomposer/pengurai.

Setiap mata rantai mempunyai peran sendiri yang masing-masing tingkat disebut trofik. Tingkatan trofik pertama adalah produsen. Satu-satunya produsen yang dapat menghasilkan makanan sendiri adalah tumbuh-tumbuhan, di mana tumbuhan menghasilkan zat makanan dari proses fotosintesis pada zat hijau daun dengan memanfaatkan sumber air dan mineral yang didapat dari dalam tanah dan disempurnakan oleh cahaya matahari.

Tingkatan trofik selanjutnya adalah konsumen tingkat 1 yang biasanya ditempati oleh hewan yang tergolong pada hewan herbivora/hewan pemakan tumbuhan. Konsumen tingkat II pada tingkatan trofik berikutnya adalah hewan yang tergolong dalam karnivora (hewan pemakan daging/hewan lainnya).

Pada tingkatan trofik akhir adalah konsumen puncak yang pada umumnya ditempati oleh hewan jenis omnivora/hewan pemakan daging dan juga tumbuhan. Trofik puncak ini berperan sebagai pengurai/decomposer, dimana satu organisme akan mengurai makanannya menjadi sumber energi bagi tumbuhan.

Baca Juga: Jenis jenis tanah


Jenis-Jenis Rantai Makanan

Jenis Jenis Rantai Makanan

Terdapat dua jenis rantai makanan berdasarkan makanan awal/produsen yang dimakannya. Rantai makanan tersebut yaitu yang memakan rerumputan/daun sebagai produsennya serta makanan sisa sebagai produsennya. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

1. Grazing Food Chain (Rantai rerumputan/tumbuhan)

Yaitu rantai makanan yang diawali oleh tumbuhan sebagai mata rantai awalnya. Jenis rantai rerumputan ini banyak ditemukan dan sangat mudah dikenali. Umumnya terjadi di lingkungan daratan (Hutan, sawah, ladang).

Contoh mata rantai ini antara lain:

Pada ekosistem sawah: Padi => Belalang => Kodok è=>Ular => Dekomposer

Pada ekosistem ladang: Tanaman => Kelinci =>Ular => Elang =>Dekomposer

2. Detritus Food Chain (Rantai Sisa)

Makanan sumber awal pada rantai ini, bukanlah dari tumbuhan tetapi dari sisa-sisa makhluk hidup. Detritus merupakan hancuran/sisa-sisa suatu organisme (hewan atau tumbuhan) yang mati bisa berupa serpihan daging, kotoran hewan, daun kering/kompos, yang telah diuraikan dekomposer.

Detritivor merupakan organisme pemakan detritus. Yang tergolong kedalam detritivor adalah cacing dan juga rayap. Contoh mata rantai makanan detritus yaitu Sampah ==> Cacing ==> Ayam ==> Manusia

Contoh lain pada ekosistem laut dalam. Di sana banyak terdapat organisme yang hidup dari runtuhan salju laut yang di dalamnya terdapat sisa-sia kotoran hewan atau sia tubuh hewan yang hancur. Produsennya berupa bakteri yang bersimbiosis dengan cacing kemudian cacing dimakan kepiting dan seterusnya kepiting dimakan manusia atau hewan yang lebih besar seperti gurita.

(Kotoran hewan Cacing ==> Kepiting ==> Gurita/Manusia).


Jenis Rantai Makanan Berdasarkan Rantai Pokok

Jenis Rantai Makanan Berdasarkan Rantai Pokok

Sedangkan berdasarkan rantai pokok yang menghubungkan antar tingkatan trofik, jenis rantai makanan dapat dibedakan menjadi:

1. Rantai Makanan Parasit

Pada rantai parasit ini, suatu organisme memakan organisme lain dengan cara merugikan inangnya. Parasit inilah yang menjadi awal mata rantai. Contoh paling mudah ditemui adalah kerbau yang dihisap darahnya oleh kutu lalu kutu dimakan burung jalak, seterusnya burung jalak dimakan elang. (Kerbau ==> Kutu ==> Burung Jalak ==> Elang)

2. Rantai Makanan Saprofit

Titik awal rantai saprofit adalah makhlut hidup yang sudah mati diurai oleh decomposer. Organisme dekomposer ini sering disebut dengan Saprofit yang mengubah makhluk mati menjadi senyawa lain yang dibutuhkan alam. Organisme ini antara lain berbentuk bakteri, jamur serta lumut.

Berbeda dari detritifor, Saprofit mengubah bahan organik sisa jasad mati menjadi bahan senyawa lain seperti mineral yang diserap tanah lalu dihisap lagi oleh tumbuhan. Contoh rantai saprofit adalah Kayu lapuk ==> Jamur ==> ayam ==> Rubah

Baca Juga: pola aliran sungai


Terganggunya Rantai Makanan

Terganggunya Rantai Makanan

Keberlangsungan suatu proses memakan dan dimakan pada suatu ekosistem merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan alam. Jika terdapat salah satu tingkatan trofik yang terganggu, maka akan terganggu pula ekosistem yang ada. Pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kerusakan ekosistem, antara lain:

1. Faktor Alamiah

Faktor alamiah seperti bencana alam yang tak dapat dihindarkan menyebabkan kerusakan pada suatu ekosistem. Gunung meletus misalnya, ini dapat menyebabkan pertanian terganggu

Jika tanaman pertanian terganggu maka banyak serangga yang mati karena tak ada makanan, atau bahkan sebaliknya serangga akan menyerang tanaman lain di luar habitatnya. Jika kodok tak ada makanan dan mati, maka akibatnya ular akan berkeliaran di rumah-rumah penduduk untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Penduduk yang merasa terganggu dan akhirnya akan membinasakan ular hingga populasinya berkurang.

2. Faktor Manusia

Kerusakan ekosistem paling banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, seringkali manusia abai atau bahkan tak peduli akan keseimbangan alam. Penggunaan racun serangga seperti pestisida yang ditujukan untuk meningkatkan hasil pertanian misalnya, justru mengganggu siklus yang ada.

Menurut sebuah penelitian, lebih dari 40 persen spesies serangga akan punah beberapa waktu mendatang. Efek dari hilangnya atau terjadinya penurunan secara drastis pada serangga yang berfungsi sebagai moderator populasi serangga lain akan merusak ekosistem. Bahkan seluruh kehidupan menjadi terpengaruh secara tidak terukur.

Penurunan ini terjadi karena hilangnya habitat serangga akibat konversi lahan secara intensif dan urbanisasi, polusi, penggunaan pestisida dan pupuk, perburuan, juga perubahan iklim. Pembukaan hutan dengan cara pembakaran juga mempengaruhi putusnya rantai makanan.

Demikianlah penjelasan mengenai rantai makanan, jenis dan terganggunya ekosistem. Keberlangsungan hidup suatu ekosistem sangat tergantung pada lancarnya pergerakan dalam rangkaian makanan tersebut. Satu tahapan pada rangkaian itu terganggu, maka yang lain akan terganggu juga.

Bahkan secara keseluruhan, jika keseimbangan alam terganggu, maka kehidupan manusia akan terganggu. Tinggal bagaimana manusia secara bijak mengelola alam ini untuk keberlangsungan hidupnya.

Rantai Makanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *