Struktur Sel Hewan : Lengkap Beserta Ciri-ciri, Contoh dan Penjelasan

Struktur Sel Hewan

Struktur Sel Hewan – Seperti halnya manusia, hewan pun memiliki struktur tubuh yang dapat membantunya dalam menjalankan kehidupannya. Dimana struktur dalam tubuh tersebut tersusun dari sel-sel yang memiliki fungsi dan bentuknya masing-masing.
Struktur sel hewan memiliki banyak macamnya. Setiap sel dapat menghasilkan zat-zat yang sangat berguna bagi tubuh. Untuk lebih jelasnya mengenai sel-sel hewan, mari simak uraian berikut ini.


Apa Itu Sel Hewan?

Apa Itu Sel Hewan?

Sel hewan adalah sel yang berbentuk eukariotik yang merupakan komponen penyusun jaringan yang ada pada tubuh hewan. Sel eukariotik yang ada pada hewan tentunya berbeda dengan sel eukariotik yang lain.
Sel eukariotik pada hewan merupakan bagian dari organel yang paling kecil dengan selaput tipisnya. Kemudian di dalamnya terdiri atas larutan koloid yang tersusun atas senyawa-senyawa kimia. Keunggulan dari sel ini yakni bisa membuat duplikat sendiri, dan jalan yang ditempuh adalah membelah diri.
Di dalam sel juga terkandung senyawa yang memiliki kegunaan sangat penting, apalagi bagi proses pembelahan dan juga fotosintesis. Senyawa yang dimaksud adalah karbohidrat, lipid, protein, dan masih banyak lagi.

1. Karbohidrat

Senyawa yang satu ini sangat dibutuhkan saat terjadinya proses fotosintesis. Karena salah satu dari beberapa senyawa pokok dan harus ada.

2. LipidLipid

merupakan senyawa yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Contoh dari senyawa lipid adalah minyak dan juga lemak.

3. Protein

Protein masuk kedalam struktur sel hewan yang berguna bagi proses metabolisme tubuh. Protein tidak hanya berguna bagi hewan saja, tetapi juga berguna bagi tumbuhan.

4. Asam Nukleat

Jika diatas telah disebutkan bahwa protein mampu menjaga metabolisme tubuh hewan maupun tumbuhan. Maka dengan adanya nukleat ini memiliki pengaruh yang amat penting bagi proses pada saat sintesis protein.
Ciri-ciri dari sel hewan adalah ukuran vakuolanya yang lebih kecil serta tidak adanya kloroplas dan juga dinding sel. Bentuk yang dihasilkan dari sel ini juga sangat beragam. Hal tersebut disebabkan tekstur sel hewan yang tidak keras, terutama pada bagian dindingnya.
Di dalam sel di atas terdapat sentriol, sitoplasma sel, sentrosom, retikulum endoplasma, nukleus, membran sel, mitokondria, ribosom dan kompleks golgi. Sel-sel tersebut dilindungi dengan adanya dinding sel dan juga terdapat lendir atau struktur memanjang.
Fungsi utama dari lendir atau biasa juga disebut dengan struktur memanjang adalah dapat menarik dan mendorong sel. Hal itu dilakukan saat sel sedang melakukan penjelajahan lingkungan di sekitar mereka.
Struktur sel hewan termasuk kedalam jenis sel yang dilapisi permukaan tebal. Lapisan tebal tersebut bisa Anda temukan di dalam lendir yang disebut dengan kapsul sel.
Jika hewan saja memiliki banyak sel di dalam tubuhnya, apalagi dengan manusia. Pastinya manusia memiliki jumlah sel yang jauh lebih banyak. Terdapat sekitar 200 sel yang berada di dalam tubuh manusia yang berbeda satu sama lain.
Bahkan di dalam tubuh manusia, sel yang terkandung juga ada yang terdiri dari bahan non-hidup. Sel-sel mati tersebut seperti kuku yang ada pada jari, rambut, gigi serta bagian tulang yang keras.

Baca Juga: Hewan Invertebrata


Struktur Organ Sel Hewan Beserta Fungsinya

Struktur Organ Sel Hewan Beserta Fungsinya

Baca Juga: Hewan Terbesar Di Dunia

1. Membran Sel

Membran Sel

Membran sel merupakan bungkus paling luar dari sebuah sel. Bungkus ini terbuat dari protein, kolesterol dan lemak. Fungsi bagian membran sel adalah mengatur nutrisi serta mineral yang terdapat didalam dan juga diluar sel.
Fungsi lain dari organ satu ini adalah sebagai berikut:
– Mengontrol keluar masuknya nutrisi serta mineral
– Melindungi sel
– Dapat menerima rangsangan yang berasal dari luar
– Sebagai salah satu tempat terjadinya reaksi kimia.

2. Sitoplasma

Sitoplasma

Wujud dari organ sel sitoplasma adalah berupa cairan, atau lebih tepatnya berbentuk gel. Uniknya dari organ satu ini adalah bentuknya yang cair dapat berubah menjadi padat.
Berbentuk cairan saat berada di dalam nukleus atau biasa dinamakan nukleoplasma. Sementara didalam sitoplasma memiliki sifat koloid komplek. Maksudnya adalah bentuknya tidak cair dan tidak juga padat.
Oleh karenanya, bisa disimpulkan bahwa sitoplasma ini bisa berubah bentuk atau wujud sesuai dengan konsentrasi dari airnya. Apabila konsentrasi dari air tergolong rendah, maka bentuknya menjadi padat tetapi lembek.
Sementara itu, jika konsentrasi yang ada di air tinggi. Maka dari bentuk gel tersebut berubah menjadi cair atau encer. Jika sudah demikian maka kemudian disebut dengan sol.
Kegunaan dari sitoplasma antara lain:
– Dijadikan sebagai bahan kimia yang utama dalam sel
– Sebagai tempat terjadinya proses metabolisme di dalam sel.

3. Reticulum Endoplasma

Reticulum Endoplasma

Lain halnya dengan organel yang ada dalam struktur sel hewan diatas. Organ yang satu ini memiliki bentuk yang berbeda, yaitu berupa benang-benang. Benang-benang tersebut letaknya berada di dalam inti sel.
Reticulum Endoplasma dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni Reticulum Endoplasma Halus (REh) dan Reticulum Endoplasma Kasar (REk). Keduanya tentu memiliki kegunaan yang berbeda bagi sel hewan.
Perbedaan keduanya terlihat secara jelas yakni Reticulum Endoplasma Halus tidak melekat dengan ribosom. Sedangkan Reticulum Endoplasma Kasar bisa melekat dengan ribosom.
Adapun fungsi dari Reticulum Endoplasma secara umum adalah:
– Digunakan sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein
– Tempat berlangsungnya pengangkutan steroit, lemak dan sintesis
– Membantu proses detoksifikasi dari sel-sel berbahaya
– Digunakan sebagai tempat penyimpanan steroid, glikolipid dan fospolipid.

4. Mitokondria

Mitokondria

Mitokondria adalah organ terbesar yang ada di dalam sel. Mitokondria ini diibaratkan sebagai mesin yang menjalankan organ-organ yang ada di dalam sel. Maka dari itu keberadaannya sangat penting dan juga dibutuhkan.
Organ ini dilapisi dengan dua membran yang berbentuk lekukan, biasanya lekukan tersebut juga disebut dengan kritas. Di sini oksigen dan juga glukosa melakukan kerjasama saat berlangsungnya proses pembentukan energi.
Hal itu yang kemudian berpengaruh juga terhadap proses metabolisme tubuh serta adanya aktivitas selular. Maka dari itu dijuluki dengan istilah The Power House.
Adanya julukan tersebut tentunya bukan tanpa alasan, yakni karena Mitokondria bisa menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh. Organ yang satu ini apabila memiliki bentuk yang tunggal maka disebut dengan mitokondrion.
Dalam Mitokondrion sendiri ada peristiwa perubahan bentuk energi. Perubahan energi ini terjadi dari yang semula berbentuk kimia kemudian diubah menjadi energi lainnya. Adapun fungsinya yaitu:
– Sebagai tempat respirasi seluler
– Mitokondria bisa menghasilkan energi yang berbentuk ATP.

5. Mikrofilamen

Mikrofilamen

Organ yang ada dalam struktur sel hewan satu ini tersusun dari senyawa protein aktin dan myosin. Mikrofilamen ini hampir sama dengan mikrotubulus, hanya saja tekstur dan juga ukurannya berbeda.
Mikrofilamen cenderung mempunyai tekstur yang lembut dan ukuran diameter yang lebih kecil. Fungsi utamanya adalah sebagai komponen penggerak sel, eksotisotis serta endositosis.
Itulah penjelasan mengenai organel-organel yang terdapat dalam struktur sel hewan. Selain lima organel diatas, masih ada beberapa organel lain yang juga turut berpengaruh penting terhadap optimalisasi kerja sel hewan.
Semoga dengan penjelasan tersebut dapat membantu menemukan dan menjawab pertanyaan yang ada di benak Anda selama ini. Mengingat ilmu pengetahuan tentang hewan sangat luas dan juga penting untuk dipelajari lebih lanjut.

Struktur Sel Hewan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *