Tujuan Komunikasi : Fungsi, Tujuan dan Manfaat dalam Masyarakat

Tujuan Komunikasi

Tujuan Komunikasi – Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai makhluk sosial tentu saja manusia saling bergantung dengan satu sama lain untuk bertahan hidup.

Untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, manusia diharuskan berkomunikasi dan menyampaikan kebutuhannya. Dalam artikel ini akan dibahas pengertian dan apa saja tujuan komunikasi itu.


Pengertian Komunikasi

Tujuan Komunikasi

Sebelum menuju ke tujuan komunikasi, lebih baik dipahami dulu apa itu komunikasi itu. Komunikasi merupakan suatu bentuk interaksi antara dua orang atau lebih untuk suatu tujuan seperti menyampaikan sebuah informasi.

Dilakukan secara verbal (lisan) dan non verbal. Memang secara lisan lebih mudah dimengerti secara langsung, akan tetapi komunikasi secara non verbal kadang juga dibuat lebih menarik. Komunikasi juga masih bisa dipahami meski salah satu atau keduanya tidak bisa menangkap bahasa verbal yakni menggunakan gestur tubuh.

Komunikasi dapat berlangsung dengan baik jika komponen komunikasi ada. Komponen ini seperti orang yang berbicara (komunikator), informasi yang disampaikan, media penyampaian pesan, penerima informasi (komunikan), adanya feedback dari penerima informasi, dan protokol komunikasi.

Terdapat tiga model komunikasi yang dikembangkan yakni, model komunikasi linear, interaksional, dan transaksional. Model linear berdasarkan komunikasi satu arah yang artinya komunikasi ini berasumsi seseorang itu hanyalah menjadi pengirim (komunikator) atau penerima (komunikan) saja.

Model interaksional menekankan komunikasi dua arah yakni komunikasi berlangsung dari komunikator ke komunikan dan komunikan ke komunikator. Terdapat feedback dari informasi yang disampaikan. Sementara itu, model transaksional merujuk pada komunikasi yang berlangsung terus menerus.

Baca Juga: Tujuan Kebijakan Moneter


Tujuan Komunikasi

tujuan komunikasi

Ketika seseorang mulai melakukan interaksi komunikasi dengan orang lain, dapat dipastikan seseorang tersebut punya tujuan tertentu. Seperti memberi suatu informasi kepada pendengar (komunikan). Berikut beberapa tujuan komunikasi:

1. Sarana Mengenal Orang Lain

Membangun koneksi ke sesama rekan kerja atau orang di luar lingkungan juga dapat menguntungkan diri sendiri. Dalam komunikasi ini terkadang terjadi interaksi pertukaran informasi mengenai diri sendiri dengan komunikan.

Di sini komunikator (orang yang berbicara), biasanya memiliki tujuan tersendiri dalam mengenal orang. Bisa jadi untuk membuat seseorang menjadi rekan kerja, partner bisnis, kekasih, atau meningkatkan tingkat kepopuleran.

2. Menjelaskan Ide Kepada Seseorang

Saat komunikator mencoba meyakinkan komunikan tentang ide yang dimilikinya, biasanya ia menggunakan teknik komunikasi persuasif. Komunikasi jenis ini mengharuskan komunikator meyakinkan dan mempengaruhi pola pikir pendengarnya.

Agar komunikasi ini berhasil dengan baik, faktor kepercayaan sangat mempengaruhi. Berawal dari komunikator harus meyakinkan komunikan bahwa dirinya dapat dipercaya, lalu lanjut ke penyampaian ide yang dimiliki. Tujuannya tentu saja agar ide yang dimiliki diterima oleh komunikan.

3. Memotivasi Seseorang

Istilah motivator sudah sering didengar pada kehidupan sehari-hari. Ini dikarenakan komunikasi yang terjadi antara motivator dan pendengarnya terkadang dapat mengubah sifat dan hidup seseorang.

Tujuan komunikasi kali ini adalah membagi pengalaman si motivator, menguatkan hati dan jiwa para pendengar, atau mendorong pendengar untuk berbuat yang positif. Ketika guru memberikan motivasi kepada siswanya, tujuan guru disini ingin agar siswanya semangat dalam menuntut ilmu dan meningkatkan prestasi.

Bagi manajer, tujuannya adalah menggugah semangat para karyawan agar target perusahaan tercapai. Komunikasi yang baik dari motivator dapat mempengaruhi diri seseorang atau bahkan suatu tatanan masyarakat tertentu.

4. Sarana Koordinasi Tim Kerja

Suatu pekerjaan yang memiliki sistem kerja tim butuh komunikasi yang baik antar anggota tim. Apalagi ketika tim tersebut bekerja dengan sistem deadline yang ditentukan oleh client. Tim kerja akan dituntut bekerja cepat dan tepat waktu. Baik koordinator tim maupun pimpinan perusahaan harus terlibat dalam komunikasi tim.

Dengan memanfaatkan media teknologi informasi seperti email, Line, WhatsApp, atau lainnya untuk membangun tempat dimana semua anggota tim bisa langsung berkomunikasi berkaitan dengan kerjaan. Selain itu bisa memanfaatkan software yang membantu mengadakan online meeting seperti GoToMeeting, TeamViewer, Join.me, Cisco Webex Meetings, dan ISL Groop. Jika perusahaan tersebut, memanfaatkan software-software tersebut komunikasi dapat menjangkau client atau freelancer yang berada jauh dari lokasi perusahaan.

5. Komunikasi Negosiasi

Bentuk komunikasi yang satu ini adalah komunikasi bisnis yang nantinya berujung pada suatu kesepakatan. Komunikasi ini dapat melahirkan suatu kerjasama antar dua perusahaan dan meningkatkan performa perkembangan perusahaan. Di era 4.0, komunikasi negosiasi perusahaan lokal dengan internasional semakin mudah dicapai dengan adanya internet.

Contoh mudahnya adalah negosiasi antar karyawan dengan pimpinan perusahaan. Karyawan menuntut untuk dinaikkan upahnya, maka karyawan tersebut harus bernegosiasi menyebutkan alasannya dan meyakinkan pemimpinnya agar permintaannya dipenuhi.

Tawar menawar di pasar juga bisa dijadikan contoh bentuk komunikasi ini. Tujuan komunikasi ini sangatlah jelas yakni permintaan agar pembeli mendapatkan suatu barang dengan harga murah.

Baca Juga: Tujuan Karir

6. Untuk Mengubah Perilaku

Komunikasi juga dapat terjadi ketika seorang komunikator ingin mengubah perilaku seseorang. Dari perilaku yang tidak baik dengan perlahan digiring ke perubahan yang positif.

Ada pengembangan dari KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) yakni Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP). Istilah ini digunakan untuk menegaskan bentuk komunikasi ini harus membawa perubahan dan perbaikan perilaku. Sasaran KPP ini untuk masyarakat, petugas atau tokoh masyarakat dan pembuat kebijakan hukum.

Sebagai contoh ketika psikolog atau psikiatri menangani pasiennya yang mengalami gangguan jiwa, ia akan melakukan suatu interaksi dengan pasiennya. Melakukan pendekatan-pendekatan yang berujung persuasi untuk mengubah perilakunya.

7. Untuk Mengubah Pendapat

Tidak jarang suatu komunikasi terjadi untuk mengubah pendapat atau pikiran dari seseorang. Tujuan komunikasi ini akan tercapai ketika komunikator berhasil menciptakan suatu kondisi yang berakhir dengan sejalannya pemikiran antara komunikator dengan komunikan.

Misalnya komunikator dapat melaksanakan diskusi bersama beberapa komunikan. Diskusi tentang suatu masalah dapat mengubah arah pandang seseorang terhadap masalah tersebut jika si komunikator benar-benar persuasif dan logis.

Contoh lain adalah ketika calon pemimpin sedang berorasi agar dirinya dipilih menjadi pimpinan. Calon tersebut harus mengatakan dan menjual kelebihan dirinya agar para pemilih yang tadinya tidak mendukung berubah menjadi memihak pada dirinya.

8. Untuk Membuat Perubahan Sosial

Komunikasi yang satu ini berskala besar yakni tatanan sosial masyarakat. Tujuan komunikasi ini bisa dibilang berhasil jika masyarakat mau ikut berpartisipasi mendukung tujuan yang diinginkan oleh si komunikator. Dapat pula dinilai dengan ciri-ciri perubahan sosial itu terjadi dimana-mana, memang sengaja dilaksanakan, terjadi secara terus menerus, dan terjadi perilaku imitatif di masyarakat.

Sebagai contoh ketika penyuluhan pemilu di suatu kelurahan yang mengharapkan calon pemilih tidak golput. Komunikasi ini akan berhasil ketika pada hari perhitungan suara tidak ada orang yang golput.

Contoh lain adalah penyuluhan tentang program Keluarga Berencana yang diadakan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Hasilnya sebagian besar masyarakat mengubah pola pikiran yang semula banyak anak banyak rejeki menjadi berpikir jika mempunyai anak juga perlu memikirkan aspek-aspek lain seperti kesehatan, pendidikan dan finansial. Hal ini dapat dikatakan bahwa tujuan komunikasi sudah tercapai.

Tujuan komunikasi diatas merupakan contoh tujuan yang dilihat secara umum. Dalam suatu interaksi komunikasi akan terjadi pertukaran gagasan atau informasi dan perolehan feedback dari komunikan. Penyampaian feedback ini juga faktor keberhasilan komunikator. Karena informasi yang disampaikan diolah di dengarkan dan ditanggapi oleh komunikan.

Tujuan Komunikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *