Tujuan Pembelajaran : Contoh, Materi, Media dan Metode Kegiatan

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran – Dalam dunia pendidikan, istilah pembelajaran dan tujuan pembelajaran tentunya sangat umum didengar dan digunakan. Pembelajaran ini adalah bentuk bantuan yang diberikan oleh pengajar sehingga siswa memperoleh ilmu pengetahuan, kemahiran dan membentuk sikap serta kepercayaan.

Terdapat empat teori pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru profesional dalam kegiatan belajar mengajar. Teori tersebut diantaranya adalah behavioristik, kognitivisme, humanistic dan sosial. Dalam teori behavioristik hasil dari proses belajar berupa perubahan sikap dan perilaku siswa, dalam artian perubahan terjadi karena proses pembelajaran bukan dari pendewasaan dalam diri siswa.

Tenaga pendidik menyampaikan bahan ajar dengan menyesuaikan bahasa yang dipahami oleh siswa sehingga materi yang diajarkan dapat dipahami. Perilaku yang dilakukan oleh peserta didik tersebut adalah penerapan teori kognitif.


Apa Itu Tujuan Pembelajaran

Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran (instructional objective) ini adalah suatu komponen penting dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menjadi suatu petunjuk kompetensi apa yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran.

Pada tahun 1984, Henry Ellington memberikan pemikirannya bahwa tujuan pembelajaran ini adalah sesuatu hal yang akan diperoleh dalam suatu kegiatan belajar mengajar.

Meski beberapa ahli mengartikan dengan berbeda-beda, semua mempunyai esensi yang sama. Intinya akan tercapainya perubahan kompetensi pada peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Tujuan ini dideskripsikan dalam lembaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh tenaga pendidik dengan jelas dan khusus.

Dahulu istilah yang digunakan adalah Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) kemudian berganti istilah menjadi Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Sekarang berubah menjadi kompetensi dasar, indikator dan standar kompetensi. Tujuan ini membantu pengajar memilih materi pembelajaran dan dapat digunakan untuk mengevaluasi proses dan strategi pembelajaran.

Baca Juga: Tujuan Pendidikan Nasional


Perbedaan Tujuan Belajar Dan Tujuan Pembelajaran

Perumusan Tujuan Pembelajaran

Ada perbedaan mengenai tujuan belajar dan pembelajaran. Tujuan belajar ini penjelasan deskriptif tentang perilaku peserta didik yang sudah melaksanakan tugas belajar yang diantaranya mempelajari bidang pengetahuan dan ketrampilan.

Sukandi memberi pernyataan pada tahun 1983, bahwa tujuan belajar itu membuat suatu kondisi dimana akan memicu perubahan perbuatan dan tingkah laku. Lalu pada tahun 1986, Surakhmat memberikan pemikiran bahwa tujuan belajar itu mencari dan mengorganisasi konsep serta pengetahuan lalu menerapkan hal tersebut kepada peserta didik yang nantinya diharapkan merubah sikap dan perilakunya.

Intinya perbedaan kedua tujuan ini adalah tujuan pembelajaran merupakan petunjuk apa yang akan dicapai sedangkan tujuan belajar itu merupakan hasil kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar.


Tingkatan Tujuan Pembelajaran

Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan ini dirincikan lagi ke dalam tiga kelompok meliputi ranah sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Berikut adalah kelompok ranah yang digunakan dalam kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia:

1. Ranah Sikap

Dalam kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Krathwohl yakni membentuk sikap siswa ditata bertingkat mulai tahap:

  • Pengenalan (receiving). Peserta didik diharapkan menerima berbagai bahan ajar yang diberikan oleh tenaga pendidik
  • Tahap memberi respon (responding). Peserta didik diharapkan untuk berpartisipasi atau menanggapi bahan ajar yang telah dikenalkan
  • Tahap menghargai nilai (valuing). Peserta didik diharapkan berperilaku meniru seperti suatu nilai (misal guru, dosen atau keluarga) tanpa disuruh tenaga pendidik
  • Tahap mengorganisasikan (organizing). Peserta didik diharap mengorganisasikan nila-nilai yang dipilihnya dan menentukan hubungan antar nilai tersebut
  • Tahap mengamalkan (characterization). Peserta didik diharapkan menyusun nilai-nilai yang dipilih ke dalam diri peserta didik sehingga membentuk karakter peserta didik

2. Ranah Pengetahuan

Tingkatan ranah pengetahuan ini menggunakan taksonomi tujuan kognitif Bloom yang diciptakan Anderson. Berikut gambaran dari taksonomi ini:

  • Pengetahuan (knowledge), meliputi perilaku mengingat bahan ajar yang diberikan ke peserta didik seperti rumus, fenomena, istilah, fakta, dan definisi.
  • Pemahaman (comprehension), meliputi tindakan menyimpulkan atau memahami bahan ajar menggunakan bahasa yang digunakan oleh peserta didik
  • Penerapan (application), penerapan bahan ajar yang telah diterima dalam masalah yang dihadapi oleh peserta didik
  • Analisis (analysis), menguraikan suatu konsep ide ke dalam bagian-bagian yang lebih detail serta menjelaskan hubungannya,
  • Sintesis (synthesis), menyatukan bagian yang terpisah menjadi bentuk kesatuan
  • Evaluasi (evaluation), membuat suatu penilaian terhadap value untuk tujuan tertentu.

Keenam tingkat ini tersusun secara hierarki yang artinya peserta didik harus menguasai dari tingkat paling bawah yaitu pengetahuan sebelum sampai ke tingkat paling tinggi yakni evaluasi. Konsep taksonomi ini masih digunakan dalam dunia pendidikan. Karena dinilai sangat intensif dalam hal pengembangan hasil belajar peserta didik.

3. Ranah Keterampilan

Hasil belajar dari tingkatan ini mengarah pada membentuk keterampilan kongkret dan abstrak siswa. Taksonomi keterampilan kongkret yang digunakan, diciptakan oleh Simpson dengan tingkatan sebagai berikut:

  • Persepsi, peserta didik memperhatikan suatu gerakan atau materi yang diajarkan
  • Kesiapan, peserta didik mempersiapkan fisik dan mentalnya untuk menerima materi
  • Meniru, peserta didik dibimbing untuk menirukan gerakan atau materi yang diberikan tenaga pendidik
  • Membiasakan gerakan (mechanism), peserta didik melakukan gerakan-gerakan mekanistik
  • Mahir (complex or overt response), peserta didik melakukan gerakan termodifikasi yang lebih kompleks
  • Menjadi gerakan alami (adaptation), peserta didik menciptakan gerakan alami setelah menguasai gerakan sebelumnya
  • Menjadi gerakan orisinal (origination), peserta didik membuat gerakan ciri khas dan orisinal yang tidak bisa ditirukan orang lain

Sedangkan pada ketrampilan abstrak menggunakan taksonomi yang diolah Dyers dengan tingkatan sebagai berikut:

  • Mengamati (observing)
  • Menanya (questioning)
  • Mencoba (experimenting)
  • Menalar (associating)
  • Mengkomunikasikan (communicating)
  • Mencipta (creating)

Baca Juga: Tujuan Penelitian


Perumusan Tujuan Pembelajaran

Perumusan Tujuan Pembelajaran

Dalam perumusan tujuan dapat menggunakan klasifikasi ranah kognitif, psikomotor dan afektif. Tujuan ini memiliki rumus unsur ABCD yakni Audience, Behaviour, Condition dan Degree. Berikut penjelasan dari rumus ABCD:

  • Audience disini adalah seseorang yang menerima bahan ajar (peserta didik)
  • Behaviour adalah adanya peningkatan atau perubahan sikap dan perilaku siswa setelah menerima bahan ajar
  • Condition ialah suatu situasi yang harus dibuat oleh tenaga pendidik agar tujuan tercapai
  • Degree merupakan tingkatan level yang harus dikuasai oleh peserta didik mencakum aspek kemampuan afektif dan perilaku yang baik

Contoh perumusan tujuannya sebagai berikut:

Disediakan media pembelajaran berupa alat-alat menggambar

C

Mahasiswa jurusan Seni Rupa Fakultas Seni dapat membuat

A B

Suatu gambar sketsa realis bangunan cagar budaya dalam waktu 240 menit dan hasilnya sesuai bentuk asli bangunan

D

“Disediakan media pembelajaran” merupakan kondisi yang diciptakan oleh pendidik. “Mahasiswa jurusan Seni Rupa Fakultas Seni” sebagai peserta didik (Audience). Lalu, “dapat membuat” merupakan tugas yang harus dilaksanakan oleh peserta didik (behavior). Terakhir, “Suatu gambar sketsa realis bangunan cagar budaya dalam waktu 240 menit dan hasilnya sesuai bentuk asli bangunan” adalah target yang harus dicapai oleh peserta didik.

Saat ini tujuan pembelajaran masih digunakan dalam sistem kurikulum pendidikan di sekolah. Selain itu tujuan disusun karena keterlibatan aktivitas pembelajaran dengan kegiatan belajar peserta didik. Semakin tinggi jenjang sekolah, perumusan tujuan semakin tinggi proporsi dalam aspek afektif, kognitif dan psikomotor.

Tujuan ini memudahkan tenaga pendidik dalam hal menyampaikan tujuan kegiatan belajar mengajar, memilih bahan ajar yang akan disampaikan di kelas, membantu tenaga pendidik menentukan media pembelajaran dan membantu dalam evaluasi peserta didik.

Tujuan Pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *