Zaman Arkaekum : Peninggalan, Ciri-ciri dan Penjelasan Lengkapnya

Zaman Arkaekum

Zaman Arkaekum – Apa itu zaman arkaekum? Arkaekum adalah disebut dengan masa arkean atau juga disebut dengan arkaekum yang memiliki pengertian suatu masa awal terjadinya pembentukan zaman batuan pada kerak bumi yang berkembang menjadi protokontinen.

Oleh sebab itu istilah arkaekum di identifikasikan sebagai zaman tertua yang telah berlangsung kisaran 2.500 juta tahun yang lalu.

Pada zaman arkaekum sebagaimana yang telah diuraikan dalam ilmu sejarah bahwa pada masa ini bumi diperkirakan masih berbentuk sebagai bola gas yang mengandung energi panas tidak terhingga yang berputar melalui porosnya. Oleh sebab itu pada masa ini bagian dunia masih berupa perisai benua.


Definisi Arkaekum

Zaman Arkaekum

Dalam bahasa Yunani Kuno arkaekum disebut dengan arkhe yang artinya mengandung makna asal atau awal. Jika diistilahkan dan definisikan maka zaman arkaekum adalah zaman paling awal atau permulaan. Hal ini alasan mengapa arkaekum disebut dengan zaman yang paling tua.

Atmosfer pada zaman ini juga diketahui hanya mengandung metana dan sangat sedikit sekali memiliki kandungan oksigennya. Itu mengapa belum terdapat adanya tumbuh-tumbuhan hewan apalagi manusia. Dan satu-satunya makhluk yang pada saat ini ada pada masa ini adalah sejenis organisme yang disebut dengan cyanobacteria yaitu jenis makhluk yang dapat hidup tanpa melakukan fotosintesis dan mendapatkan energi hanya dari sulfat atau amonia.

Baca Juga: Zaman Paleolitikum


Ciri-Ciri Zaman Arkaekum

Zaman Arkaekum

Arkaekum sering juga disebut dengan zaman tertua yang terjadi pada zaman prasejarah. Berikut ini akan dijelaskan beberapa ciri-ciri tentang keberadaan zaman tertua ini yaitu:

1. Suhu Yang Terdapat Pada Bumi Sangat Tinggi

Sebagaimana yang dijelaskan bahwa bumi terjadi diakibatkan dari ledakan big bang yang terjadi di angkasa. Karena unsur big bang tersebut terdiri dari helium, hidrogen gas, dan metana yang memiliki suhu yang sangat tinggi maka mempengaruhi suhu di bumi pula.

2. Belum Ditemukanya Tanda-Tanda Kehidupan

Dan ciri berikutnya yang dapat diketahui pada arkaekum ini adalah tidak ditemukannya atau belum adanya tanda-tanda kehidupan, atau spesies apapun yang ada di bumi tersebut. Dinyatakan dalam catatan sejarah bahwa bumi masih berbentuk lautan api. Dan 500 tahun juta setelah baru dapat diidentifikasi adanya manusia.

3. Terjadinya Pembentukan Kerak Bumi

Kerak bumi sebagaimana diketahui mulai terbentuk pada masa zaman ini. Kerak bumi terbentuk dari kerak yang tersisa atau terbentuk dari lahar panas yang saat itu sedang terjadi. Namun lahar panas perlahan mengalami penurunan suhu dan berfungsi menjadi tanah yang sangat subur.

4. Perputaran Bumi Terjadi Sangat Cepat

Zaman arkaekum ini juga ditandai dengan perputaran rotasi bumi yang terjadi lebih cepat. Artinya dalam satu hari hanya terjadi atau berlangsung sekitar 6 jam saja. Jika dibandingkan dengan perputaran bumi saat ini maka pada zaman arkaekum memiliki percepatan 4 kali lipat dari zaman saat ini. Jadi karena suhu yang tinggi menjadikan bumi dalam sehari hanya ada 3 jam siang hari dan 3 jam untuk malam hari.

5. Terbentuknya Gunung Api

Ciri berikutnya adalah telah munculnya atau terbentuknya pegunungan api dengan bentuk yang belum stabil. Dimana gunung api masih mengeluarkan lahar. Bahkan gunung api yang terbentuk pada zaman ini masih aktif pada saat ini. Lapisan tektonik yang merupakan penyebabnya terjadinya tsunami dan gempa terbentuk pada zaman arkaekum ini.


Beberapa Periode Yang Terdapat Zaman Arkaekum

Zaman Arkaekum

Sebagaimana yang telah dijelaskan berkaitan ciri-ciri zaman ini dapat diketahui bahwa arkaekum juga memiliki beberapa periode dalam keberlangsungannya di alam semesta ini. Keadaan pada saat ini tergolong pada keadaan yang sangat mengerikan. Adapun beberapa periode yang terdapat adalah:

1. Periode Eoarchean

Pada periode ini termasuk pada zaman yang dihitung paling pertama dan awal. Sebagaimana berdasarkan usia batuan tua yang terdapat pada masa ini maka selisih periode terjadi sekitar 200 juta tahun. Batuan tua pada masa ini mengandung magnesium dan lava letusan gunung berapi.

2. Zaman Dengan Periode Paleoarchean

Pada periode telah ditemukannya kelas bakteri berupa cyanobacteria/sianobakteria yang telah menghasilkan oksigen pada zaman ini. Periode ini terjadi diperkirakan pada 3,2 miliar tahun yang lalu. Walaupun penyebaran oksigen belum merata dan membutuhkan proses dan waktu untuk melakukan penyebaran oksigen di muka bumi tersebut.

3. Periode Mesoarkean

Pada tahap waktu periode ini ditandai dengan meluasnya induk benua yang berkembang. Walaupun dengan kandungan yang masih rendah tetapi bakteri telah menyebarkan oksigen hingga pada tahap atmosfer. Tahap ini terjadi sekitar 2, 8 miliar tahun yang telah lalu.

4. Neoarchean

Pada periode ini oksigen telah diproduksi dengan jumlah yang lumayan besar oleh sianobakteri. Hal ini pula yang mengakibatkan daratan tidak dapat terlindungi dari sinar UV yang dipancarkan matahari pada saat itu. Kerak bumi juga telah diselimuti lava dan vulkanik. Proses geologis juga sudah memiliki pengaruh pada permukaan bumi.

Baca Juga: Zaman Batu


Pembagian Zaman Prasejarah Arkaekum

Zaman Arkaekum

Setelah zaman arkaekum juga masih terjadi zaman prasejarah yang turut menjadi proses terbentuknya bumi yang saat ini dihuni oleh manusia. Pembagian zaman ini juga sangat penting untuk diketahui adapun pembagian tersebut terdiri dari:

1. Zaman Arkaekum

Zaman prasejarah arkaekum ini adalah zaman awal dari terbentuknya bumi. Dimana pada saat ini keadaan bumi masih memiliki suhu yang sangat tinggi atau panas. Dan masa ini berlangsung kurang lebih sekitar 2.500 juta tahun lamanya.

2. Zaman Paleozoikum

Setelah arkaekum maka zaman prasejarah berikutnya disebut dengan zaman palezoikum. Pada zaman ini sudah sangat berbeda dari zaman sebelumnya dimana sudah terdapat makhluk hidup yang tinggal di bumi pada saat itu. Adapun makhluk tersebut seperti jenis ikan, reptil, amfibi, mikroorganisme serta hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Dan zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun lamanya.

3. Prasejarah Mesozoikum

Dan prasejarah berikutnya adalah mesozoikum yang terjadi sekitar 140 tahun. Banyaknya reptil yang terdapat pada zaman ini menjadikan periode prasejarah ini disebut dengan zaman reptil. Setelah jenis reptil mengalami pemunahan maka berganti dengan jenis hewan burung dan jenis hewan yang menyusui.

4. Prasejarah Neozoikum

Dan yang terakhir pada zaman prasejarah ini disebut dengan neozoikum. Zaman ini dikenal dengan zaman baru di permukaan bumi. Namun prasejarah pada periode ini terdiri dari zaman tersier dan zaman kuartier. Zaman tersier ditandai dengan berkembangnya hewan menyusui seperti jenis kera dan berlangsung selama 60 juta tahun. Sedangkan untuk zaman kuartier telah ditemukannya manusia yang tinggal dan menghuni di bumi.

Beberapa penjelasan tentang zaman arkaekum dan dan zaman prasejarah yang terjadi sesudahnya menjadi rangkaian pengetahuan yang sangat bermanfaat. Dengan mengetahui proses dan fase sejarah diatas dapat diketahui bahwa bumi terjadi dan berlangsung dengan melalui proses dan waktu hingga menjadi bentuk yang sempurna seperti saat ini. Uraian lengkap diatas dapat dijadikan pemahaman tentang permulaan alam semesta dan kehidupan di muka bumi ini.

Zaman Arkaekum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *