Zaman Neolitikum : Peninggalan, Ciri-ciri dan Penjelasan Lengkapnya

Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum – Adanya manusia di muka bumi, tentu tidak serta merta ada begitu saja. Berbagai zaman tentunya ada sebelum zaman modern seperti sekarang. Salah satu zaman yang pernah dilalui oleh para leluhur adalah zaman neolitikum. Untuk lebih jelasnya lagi apa itu zaman neolitikum, berikut ini adalah pembahasan secara lengkapnya.


Pengertian Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum

Neolitikum merupakan salah satu zaman yang pernah dilalui oleh para leluhur di Indonesia. Neolitikum sendiri lebih dikenal dengan zaman batu muda yakni sebuah tingkatan kebudayaan pada zaman prasejarah. Dimana zaman ini mempunyai ciri ciri khusus yang sanngat mencolok. Adapun ciri ciri tersebut antara lain berupa kebudayaan, peralatan yang terbuat dari batu yang diasah, pertanian yang sudah menetap, adanya peternakan, serta sudah mengetahui cara pembuatan tembikar.

Pada zaman ini, homo sapiens menjadi salah satu identitas pendukung pada kebudayaan aman batu baru. Untuk bertahan hidup, mereka sudah mengenal bagaimana cara bercocok tanam dan sudah mengetahui bagaimana cara beternak untuk menghasilkan makanan sebagai alat bertahan hidup. Selain itu, mereka pun sudah mulai hidup bergotong royong dengan yang lainnya.

Baca Juga: Zaman Arkaekum


Ciri-Ciri Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum

Setelah mengetahui pengertian dari zaman neolitikum, untuk lebih mengenal zaman tersebut maka dibahas pula ciri ciri dari zaman neolitikum itu sendiri. Adapun ciri ciri dari zaman batu baru antara lain sebagai berikut.

1. Kehidupan Yang Sudah Mulai Menetap

Ciri ciri dari zaman batu yang pertama adalah kehidupan yang sudah mulai menetap. Dalam artian para leluhur yang hidup pada zaman ini tinggalnya tidak berpindah pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Untuk mempertahankan hidup, para leluhur pada zaman batu ini melakukan cocok tanam dengan mengguakan teknik yang sederhana.

Selain itu, berburu pun menjadi salah satu cara para leluhur untuk mempertahankan diri. Meskipun pada aman ini para leluhur sudah bisa menghasilkan makanan sendiri atau yang sering dikenal dengan sebutan food producing.

2. Peralatan Sudah Diasah Sampai Halus

Ciri ciri ke dua zaman batu adalah manusia yang hidup di zaman ini sudah bisa mengasah peralatan sampai halus. Bahkan yang lebih kerennya, manusia pada zaman ini sudah bisa membentuk berbagai macam peralatan dengan sentuhan yang sangat estetik atau penuh dengan nilai seni.

Salah satu peralatan yang dihasilkan yang diasah sampai halus pada zaman ini adalah kapak lonjong serta kapak persegi yang sampai sekarang masih sering ditemukan. Bahkan di Jawa Timur dan Sulawesi berhasil ditemukan peralatan untuk memburu yakni mata panah dan tombak.

3. Manusia Pada Zaman Ini Sudah Mulai Menguasai Lingkungan Alam Dan Isinya

Manusia pada zaman ini sudah mulai menguasai lingkungan alam dan isinya, hal tersebut menjadi ciri ciri zaman batu yang selanjutnya. Zaman batu pun menjadi salah satu zaman terpenting dari peradaban Indonesia. Karena pada zaman batu muda ini berbagai macam penemuan baru telah ditemukan serta penguasan sumber alam mulai berkembang.

Selain itu, berbagai macam tumbuh tumbuhan mulai dipelihara dan hewan ternak sudah mulai dijinakkan. Hutan hutan yang masih belukar mulai dikembangkan menjadi ladang ladanga. Dari cara tersebut lah mereka bisa bertahan hidup.

4. Bangunan Rumah Sudah Memakai Tiang Penyangga

Pada zama batu batu ini, bangunan rumah sudah memakai tiang penyangga. Dulunya, rumah mereka sendiri masih kecil dan berbentuk bulat dengan atap yang dibuat dari dedaunan. Jenis rumah tersebut merupakan salah satu jenis rumah yang diduga sebagai corak rumah paling tua di Indonesia. Rumah tersebut pun sampai sekarang masih bisa ditemukan di kawasan Timor, Kalimantan Barat, Nikobar, dan Andaman.

Pada masa zaman batu lah rumah kecil yang berbentuk bulat dengan atap yang terbuat dari daun dirombak menjadi persegi panjang yang dilengkapi dengan tiang penyangga. Rumah tersebut pun bisa menampung beberapa kepala keluarga serta dibangun berdekatan dengan lading yang mereka buat sendiri. Tiang penyangga yang dibangun pada rumah tersebut bertujuan untuk menghindari bahaya alam serta serangan binatang buas.

5. Meyakini Bahwa Roh Yang Sudah Meninggal Tidak Lenyap

Ciri ciri zaman batu yang terakhir adalah mereka meyakini bahwa roh yang sudah meninggal tidak lenyap. Sehingga pada zaman ini jika ada sanak saudara yang meninggal jenazahnya dibekali dengan berbagai macam keperluan sehari hari dengan kepercayaan agar si jenazah bisa terjamin keselamatannya dalam perjalanan ke alam arwah.

Baca Juga: Zaman Paleolitikum


Kebudayaan Pada Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum

Hasil dari kebudayaan zaman neolitikum ini sendiri sudah menunjukkan bahwa manusia yang hidup pada zaman ini mengalami banyak sekali kemajuan. Selain itu sentuhan seni dari mereka ikut memperindah peralatan yang mereka buat. Selain itu, zaman batu ini pun meninggalkan kebudayaan yang khas dari berbagai aspek diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kapak Persegi

Kebudayaan pertama yang dihasilkan dari zaman batu ini adalah kapak persegi. Kapak ini digunakan untuk menebang kayu, menggarap tanah, digunakam sebagai pelengkap upacara adat. Daerah yang pernah menemukan kapak persegi sendiri antara lain Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan Selatan, dan yang terakhir adalah Sulawesi.

2. Kapak Lonjong

Selain kapak persegi, kapak lonjong pun menjadi bagian dari kebudayaan zaman batu baru. Ukuran dari kapak lonjong sendiri bermacam macam dari mulai yang kecil sampai yang besar. Kapak lonjong sendiri sering digunakan untuk kegiatan bertcocok tanam salah satunya adalah mencangkul, menggarap tanah, dan memotong kayu. Jenis dari kapak yang satu ini pun bisa ditemukan di daerah Maluku, Papua, dan di daerah Sulawesi Utara.

3. Mata Panah

Selain ke dua jenis kapak di atas, kebudayaan yang ditinggalkan oleh zaman batu baru yang selanjutnya adalah mata panah. Mata panah sendiri dibuat dari batu yang diasah terlebih dahulu dengan cara yang sangat halus. Kegunaan mata panah ini sendiri biasanya digunakan untuk memburu. Mata panah pun banyak sekali ditemukan di daerah Jawa Timur dan di daerah Sulawesi Selatan.

4. Gerabah

Kebudayaan zaman batu muda yang selanjutnya adalah gerabah. Gerabah sendiri terbuat dari tanah liat yang berfungsi sebagai keperluan sehari hari. Dengan adanya gerabah, maka berbagai macam barang bisa dimasukkan ke dalamnya.

5. Perhiasan

Manusia yang hidup pada zaman batu ini sudah mengenal dengan perhiasan. Perhiasan yang dikenal antara lain gelang, kalung, dan anting. Peninggalan perhiasan pada zaman batu baru pun sering ditemukan di Jawa Barat dan Jawa tengah.

6. Alat Pemukul Kulit Kayu

Kebudayaan zaman batu baru yang selanjutnya adalah alat pemukul kulit kayu. Alat pemukul kayu sendiri digunakan untuk memukul kulit kayu yang nantinya digunakan sebagai bahan pakaian. Adanya alat pemukul kulit kayu ini membuktikan bahwa pada zaman batu baru manusia sudah memakai atau mengenal pakaian.

7. Anyam Anyaman

Kebudayaan selanjutnya dari zaman batu baru ini adalah anyam anyaman. Anyam anyaman sendiri dibuat dari bamboo, rumput, serta rotan. Teknik yang dipakai dalam membuat anyam anyaman sendiri menggunakan tekni anyak dengan pola geometrik. Anyam anyaman sendiri digunakan untuk tempat atau peralatan rumah tangga.

8. Perahu

Manusia pada zaman batu pun sudah mengenal akan adanya alat transfortasi yakni perahu sederhana. Bahan untuk membuat perahu pun sangat sederhana sekali yakni batang pohon meranti, lanang, atau batang kedondong. Pohon yang dipilih untuk membuat perahu, biasanya harus melewati upacara adat terlebih dahulu.

Proses pembuatan perahu pun sangat unik karena dibuat dari luar ke dalam. Sisi dari perahu pun dikeruk dengan menggunakan ujung pasak yang terlebih dahulu sudah dipakukan. Selain itu, perahu dibuat dengan ketebalan yang sama dengan kondisi dari luar perahu itu sendiri. Agar perahu tidak terbalik saat digunakan, maka dipasanglah cadik atau katik sebagai penyeimbang. Selain itu berfungsi juga sebagai penggerak saat perahu berlayar.

Itulah informasi lengkap mengenai zaman neolitikum atau orang lebih mengenal dengan zaman batu. Dengan adanya beberapa informasi di atas, maka pengetahuan mengenai zaman pra sejarah pun semoga bisa bertambah.

Zaman Neolitikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *