Zaman Neozoikum : Peninggalan, Ciri-ciri dan Penjelasan Lengkapnya

Zaman Neozoikum

Zaman Neozoikum – Sebelum adanya zaman modern seperti saat ini, dahulu terdapat beberapa zaman yang dilalui, Salah satunya adalah zaman neozoikum. Seperti pada zaman-zaman sebelumnya, neozoikum juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan lainnya.

Cirikhas yang paling menonjol ditandai dengan munculnya kehidupan manusia. Artinya pada masa ini bumi sudah bisa dijadikan tempat hidup manusia. Hadirnya manusia purba pada masa ini menjadikan neozoikum terkenal dengan zaman kehidupan baru. Pada zaman ini bumi juga mengalami perkembangan yang signifikan.

Diawali dengan kehidupan nenek moyang dari manusia modern, yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal untuk melangsungkan kehidupannya. Manusia pertama yang memulai kehidupan tersebut dikenal dengan nama homo sapiens.


Pengertian Zaman Neozoikum

Zaman Neozoikum

Jika ditinjau secara etimologi Neozoikum atau istilah lain kenozoikum merupakan awal mula kehidupan baru yang diperkirakan 65 juta tahun silam. Istilah ini berasal dari bahasa yunani “kainos” yang diartikan “baru”, dan kata “zoe” yang diartikan “kehidupan”. Secara istilah merupakan zaman kebaharuan, karena bumi sudah stabil dan telah terbentuk secara keseluruhan.

Secara geologi Neozoikum merupakan masa akhir dari ketiga masa klasik geologi lainnya. Zaman ini dimulai sejak berakhirnya masa Mesozoikum yang terjadi sekitar 65,5 juta tahun yang lalu. Berakirnya masa tersebut ditandai dengan adanya kepunahan besar-besaran dinosaurus diakhir periode kapur.

Baca Juga: Zaman Megalitikum


Karakteristik Zaman Neozoikum

Zaman Neozoikum

Terdapat beberapa karakteristik yang membedakan zaman neozoikum dengan zaman-zaman sebelumnya. Karakteristik yang paling menonjol yakni munculnya mamalia yang mendominasi kehidupan baik di darat, laut dan di udara. Jenis mamalia juga beragam, mulai dari mamalia laut, reptil, kelelawar dan lain-lain. Embrio kehidupan manusia juga mulai muncul pada masa ini, Sedangkan karakteristik – karakteristik pada masa ini akan dijelaskan secara rinci pada ulasan berikut ini:

1. Puncak Kehidupan Mamalia

Berakhirnya masa meozoikum dan terjadi kepunahan besar – besaran menjadikan hewan- hewan berusaha menyesuaikan lingkungan untuk bertahan hidup. Seiring berjalannya waktu hewan – hewan sejenis reptil besar mengalami kepunahan. Keadaan bumi mulai stabil pada masa ini, sehingga kehidupan baru pun dimulai, salah satu yang mendominasi adalah mamalia.

Pada masa ini kehidupan mamalia mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini dikarenakan punahnya predator-predator besar. Kondisi bumi juga mulai membaik, kembali pulih, sedangkan kondisi iklim mulai teratur. Lebih dari itu tidak ada pergeseran lempeng antar benua secara ekstrim. Namun kepunahan juga terjadi pada zaman ini, untuk spesies-spesies tertentu.

2. Kepunahan Reptil Besar

Seperti penjelasan pada poin sebelumnya bahwa salah satu tanda zaman neozoikum yakni punahnya reptil-reptil besar. Predator tersebut antara lain dinosaurus, tyrannosaurus, brontosaurus dan pterosaurus, baik jenis reptil di darat maupun air hampir seluruhnya mengalami kepunahan. Kondisi ini terjadi karena iklim yang mulai tidak stabil dan sangat ekstrim dibandingkan zaman sebelumnya.

Selain itu kepunahan tersebut juga disebabkan karena adanya hantaman sebuah meteor yang terjadi di semenanjung Yucatan, negara Mexico. Adanya peristiwa ini menjadikan sekelompok hewan raksasa ini punah secara massal dengan sendirinya.

3. Kehidupan Manusia Dimulai

Berbarengan dengan kehidupan mamalia yang mengalami perkembangan sangat pesat pada zaman ini, maka kehidupan manusia purba juga mulai muncul. Kehidupan manusia dan mamalia tersebut dapat berkembang secara pesat karena keadaan cuaca serta iklim tidak se-ekstrim zaman sebelumnya. Sehingga dapat melangsungkan kehidupannya tanpa khawatir ada gangguan hewan predator seperti zaman sebelumnya.

Namun sesekali bumi juga mengalami goncangan dan terjadi penurunan suhu. Sehinga hal ini menjadi tantangan yang dialami makhluk hidup pada masa ini. Misalnya adanya peristiwa masa es yang dapat terjadi secara silih berganti. Hingga menghadapi masa – masa sulit agar tetap bertahan hidup.

Baca Juga: Zaman Logam

4. Terbagi menjadi dua Zaman

Pada zaman neozoikum ini terdiri dari dua zaman yakni zaman tersier dan zaman kuarter. Zaman tersier sendiri terbagi menjadi dua fase, yakni fase paleogen dan neogen, masa ini ditandai dengan berkembangnya mamalia seperti kera. Pada masa ini gunung – gunung mulai terbentuk yang berakibat dari gerakan endogen didalam bumi.

Sedangkan manusia purba mulai bermunculan pada zaman tersier. Sementara kondisi suhu pada masa ini mengalami penurunan sangat drastis, bahkan sampai meluas sehingga dikenal dengan zaman es. Permukaan air laut juga mengalami penurunan dan pulau – pulau mulai terbentuk.

Penurunan suhu yang sangat ekstrim tersebut menyebabkan manusia purba mengalami kepunahan pada zaman kuarter. Keadaan suhu bumi juga mengalami peningkatan sehingga menyebabkan lapisan es di kutub utara mencair dan banyak pulau-pulau ikut tenggelam. Namun pada masa ini juga menjadi awal munculnya manusia cerdas atau homo sapiens.

5. Terjadi Pada 60 Juta Tahun yang Lalu

Dilihat dengan kalender masa, dalam pandangan geologi, zaman ini terjadi sejak berakhirnya zaman mesozoikum, yakni sekitar 60 juta tahun silam. Pada zaman ini disebut juga zaman terakhir atau periode bumi keempat. Setelah masa ini belum diketemukan zaman – zaman terbaru. Adapun pada masa 23 sampai 65 juta tahun yang lalu ditandai dengan kepunahan reptil – reptil predator.

Pada masa 33 sampai 56 juta tahun yang lalu ditandai dengan munculnya beragam mamalia. Tumbuhnya rerumputan dan beberapa jenis tanaman hingga meluas laiknya hutan terjadi pada 23 sampai 33 juta tahun yang lalu. Dibarengi dengan munculnya spesies-spesies baru.

6. Keadaan Alam Masih liar

Zaman neozoikum memang menjadi periode zaman akhir diantara ketiga zaman lainnya. Sehingga keadaan bumi sudah bisa dikatakan lebih stabil dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya. Namun keadaan alam masih liar dan cenderung tidak stabil, dikarenakan aktivitas tektonik ataupun vulkanik yang terjadi secara berulang-ulang. Peristiwa ini menyebabkan terbentuknya gunung-gunung, lembah serta perbukitan.

7. Hewan Berimigrasi

Pada zaman tersier naluri alamiah hewan mulai muncul dan menyesuaikan kehidupannya, bahkan sudah mulai terbentuk dengan sempurna. Begitu pula dengan hewan-hewan lain yang hidup pada ini juga melakukan hal yang sama. Gajah purba misalnya, merupakan hewan besar berbulu tebal akan tinggal di daerah kutub dengan suhu dingin serta hamparan es.

8. Iklim Belum Stabil

Fenomena alam terjadi secara global, keadaan suhu bumi mengalami penurunan secara ekstrim. Terjadinya peristiwa tersebut juga menimbulkan munculnya timbunan es yang melebihi kapasitas normal layaknya kondisi kutub saat ini. Secara umum peristiwa ini dikenal dengan zaman es. Adapun di akhir zaman kuarter, kondisi iklim bumi kembali normal.

Kondisi normal tersebut ternyata memberikan dampak terhadap pecahnya beberapa pulau serta benua di beberapa wilayah. Lebih dari itu, peristiwa tersebut terjadi karena adanya kenaikan air laut keatas permukaan secara signifikan.

9. Keadaan Flora dan Fauna Neozoikum

Pada zaman tersier keaddan flora mengalami evolusi yang cukup pesat. Adapun zaman neozoikum mulai berkembang dan masa ini juga menjadi masa transisi dari peristiwa kepunahan masal binatang predator. Tumbuhnya flora yang dimulai dengan rerumputan secara meluas, begitu pula hutan hutan yang juga mengalami pertumbuhan. Hal ini memicu lahirnya spesies-spesies baru.

Sedangkan fauna pada masa ini mengalami perkembangan yang silih berganti. Mulai dari kepunahan masal predator raksasa dan diawali dengan munculnya mamalia modern yang pertama. Mamalia lain seperti kucing, mammoth, anjing dan lainnya juga mulai muncul pada masa ini.

Dalam sebuah masa miosen, sekitar 18% populasi invertebrata laut modern mengalami perkembangan populasi. Lebih dari itu juga terjadi perkembangbiakan fauna jenis laut dalam angka yang tidak sedikit. Fauna tersebut misalnya molusca yang termasuk modern pula.

Itulah penjelasan yang berkaitan dengan zaman neozoikum serta karakteristik yang melekat padanya. Pada masa ini Bumi telah mengalami perubahan secara periodik, naik turun serta pasang surut dalam proses pembentukannya. Alhasil di beberapa wilayah menyebabkan timbulnya pegunungan, perbukitan dan beberapa tanah gundukan.

Zaman Neozoikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *